Sabtu, 04 September 2010

Pengguna Jasa Penyeberangan Karimun-Buton Meningkat

Pengguna Jasa Penyeberangan Karimun-Buton Meningkat
Sabtu, 04 September 2010 21:52 WIB
Oleh: Rusdianto

Karimun (ANTARA News) - Pengguna jasa penyeberangan dari Pelabuhan Parit
Rampak, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau
menuju Mengkapan, Buton, Riau, mulai meningkat seiring melonjaknya arus
mudik Lebaran 1431 Hijriah.

"Jumlah angkutan kapal motor penyeberangan (KMP) Senangin Jumat (3/9)
malam merupakan yang terbanyak sejak penyeberangan Karimun-Buton
dibuka,'' kata Manajer Cabang PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan
(ASDP) Karimun dirizal ketika dihubungi di Tanjung Balai Karimun, Sabtu 4
September 2010.

Asdirizal menjelaskan, jumlah penumpang yang diangkut saat itu tercatat
sebanyak 350 orang, jauh lebih banyak dibandingkan biasa yang tidak sampai 100 orang. Sedangkan jumlah kendaraan roda empat yang menyeberang sebanyak 25 unit ditambah satu kendaraan roda enam. ''Sedangkan sepeda motor sebanyak 50 unit,'' ucapnya.Warga memanfaatkan jasa penyeberangan karena ingin berlibur dengan kendaraan pribadi di daratan Sumatra.

''Pelabuhan penyeberangan menuju Buton merupakan terobosan baru dalam
melayani penumpang yang berlibur di luar daerah dengan kendaraan pribadi,'
' tuturnya. Dia memperkirakan jumlah angkutan KMP Senangin akan terus meningkat seiring semakin dekatnya Lebaran. ''Kami menambah dua jadwal diluar jadwal reguler untuk meningkatkan
pelayanan bagi pemudik,'' ucapnya.

Dengan penambahan itu, menurut dia akan ada lima kali keberangkatan baik
saat arus mudik maupun balik, yaitu pada 6,8, 10, 14 dan 16 September. Terkait tarif penyeberangan, jelas dia masih merujuk pada tarif yang diberlakukan sejak 1 Juli 2010. ''Tarif tersebut merupakan tarif resmi yang berlaku secara nasional yang ditetapkan menteri,'' katanya.

Sebelumnya, jumlah angkutan orang KMP Senangin tidak sampai seratus
orang sementara kapasitas kapal mencapai 300 orang. Anggapan tarif yang diberlakukan terlalu mahal turut menjadi penyebab sepinya pengguna jasa penyeberangan di pelabuhan Parit Rampak Kelurahan

Sei Raya. (ANT-028/Btm1)

COPYRIGHT © 2010

http://kepri.antaranews.com/berita/13929/pengguna-jasa-penyeberangan-karimun-buton-meningkat

Jumat, 06 Agustus 2010

Jadwal Roro Karimun Buton Ditambah

Dipublikasikan: amalia batamcyberzone.com
Published: 6 Agustus, 2010 10:13

(BCZ) – Dinas Perhubungan (Dishub) Karimun mengusulkan penambahan jadwal kapal roll off roll on (Roro) KM Senangin yang melayani rute Tanjungbalai Karimun-Buton, Riau. Usulan penambahan trayek sebagai langkah antisipasi lonjakan arus mudik saat lebaran nanti.

”Kita mengusulkan penambahan rute sebanyak dua kali saat lebaran, yakni tanggal 6-13 September. Penambahan ini tidak mengganggu jadwal yang telah ada. Suratnya sudah kita kirimkan ke Menteri Perhubungan,” kata Kadishub Karimun Cendra Nawazier, Kamis (5/8) kemarin.

Usulan ini, kata Cendra, tak terlepas banyaknya warga Karimun yang mudik lebaran membawa kendaraan ke kampung seperti ke Riau, Sumbar maupun daerah lainnya. ”Makanya jauh-jauh hari kita sudah mengantisipasi,” tambahnya.

Meski pun trayek tambahan, Cendra menegaskan, harga tiket tak akan mengalami kenaikan. ”Kita menggunakan sistem silang. Nanti rute yang sepi pada bulan lain, akan kita kurangi sebanyak dua kali. Sehingga jatah berlayar kapal roro tetap sama sesuai dengan subsidi yang diberikan pemerintah pusat,” tambahnya.

Disinggung mengenai keluhan masyarakat tentang naiknya tarif kapal roro, Cendra akan menampung keluhan tersebut. Dia akan menyurati Menteri Perhubungan Freddy Numberi, karena tarif tersebut yang mengeluarkan adalah Menteri Perhubungan.

”Namun apakah permintaan kita diterima atau tidak, itu keputusan mereka (Menteri Perhubungan, red),” katanya seraya menyebutkan, tarif lama yang diberlakukan sebelumnya merupakan tarif yang ditetapkan oleh ASDP. ***

http://batamcyberzone.com/2010/08/jadwal-roro-ditambah/

Kamis, 15 Juli 2010

Tarif Kapal Roro Karimun Buton Akan Naik .

Tarif Kapal Roro Akan Naik .


Kamis, 15 July 2010 00:55 .KARIMUN- Tarif angkutan kapal Roro rute Karimun-Tanjung Button (Riau) dipastikan naik mulai Sabtu (17/7). Demikian disampaikan Koordinator PT ASDP Karimun, Asdirizal. "Tarif kapal roro naik berdasarkan keputusan mentri, dimana hal tersebut telah ditentukan pada 16 Juni lalu, dan kenaikan tarif tersebut akan berjalan mulai Sabtu. Selain itu, jadwal keberangkatan juga mengalami perubahan, baik dari Button maupun dari Karimun," Ujar Asdirizal, Rabu (14/7).

Perubahan tarif tersebut berdasarkan klasifikasi usia yakni, untuk penumpang dewasa Rp57.000, yang sebelumnya Rp53.250 ditambah asuransi Rp3750. Sedangkan tarif untuk anak-anak Rp38.000, sebelumnya Rp32.250 ditambah asuransi Rp3.750.

Untuk jenis kendaraan juga mengalami kenaikan tarif, diantaranya kendaraan golongan I (sepeda) dikenakan tarif Rp89.0000, yang sebelumnya Rp29.660 plus asuransi Rp3.840. Kendaraan golongan II (sepeda motor) dikenakan tarif Rp153.000, yang sebelumnya Rp133.550 plus asuransi Rp4.450. Untuk golongan III (mobil pribadi, kijang atau sedan) dikenakan tarif Rp1062.825, yang sebelumnya Rp918.625, belum termasuk asuransi sebesar Rp23.125.

Dikatakan Asdirizal, bahwa kenaikan tarif roro untuk beberapa jenis kendaraan itu baru sebatas sosialisasi yang akan berlangsung selama satu bulan. "Ini masih sebatas sosialisasi, dan akan kita lihat selama satu tahun ke depan," katanya.

Sementara itu, warga Karimun, Bujang, yang selalu menggunakan jasa angkutan kapal Roro untuk berangkat ke Button, merasa keberatan dan menyayangkan atas kenaikan tarif kapal roro.

"Menjelang puasa serta saat arus mudik lebaran nanti, tentunya masyarakat banyak menggunakan angkutan kapal roro. Namun kalau semuanya terjadi kenaikan tarif, mulai dari penumpang hingga kendaraaan yang dibawa, ini sangat memberatkan. Tolong kebijakan ini ditinjau kembali, dan jangan memanfaatkan arus mudik untuk meraup keuntungan," terang Bujang.(sm/27)

http://sijorimandiri.net/sm/index.php?option=com_content&view=article&id=2011:tarif-kapal-roro-akan-naik-&catid=28:karimun&Itemid=41

Rabu, 14 Juli 2010

Organda: Tarif Angkut Roro Parit Rampak Karimun Mahal

Organda: Tarif Angkut Roro Parit Rampak Mahal


Rabu, 14 Juli 2010 13:43 WIB
Ekonomi & FTZ
Dibaca 27 kali

Oleh: RusdiantoKarimun (ANTARA News) - Organisasi Angkutan Darat atau Organda Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menilai tarif penyeberangan truk sembako di Pelabuhan Roro Parit Rampak yang baru dioperasikan, terlalu mahal.

"Pelabuhan Parit Rampak tidak akan efektif mengangkat perekonomian masyarakat jika tarif penyeberangan truk-truk sembako dari Buton, Riau, tidak direvisi," kata Ketua Organda Karimun Amirullah di Tanjung Balai Karimun.

Menurut Amirullah, tarif yang mencapai Rp2,1 juta sekali menyeberang mempengaruhi harga jual sembako dari pedagang ke konsumen.

"Sedikitnya distributor mengeluarkan dana Rp7 juta untuk setiap kali penyeberangan, baik dalam keadaan bermuatan maupun kosong," ucapnya.

Distributor terkuras untuk biaya angkut, kata Amirullah.

"Seharusnya tarif penyeberangan jangan langsung disamakan dengan daerah lain. Karena pelabuhan itu baru saja beroperasi," tuturnya.

Dia berharap ada kebijakan khusus dari penyedia jasa dalam menetapkan tarif sehingga keberadaan pelabuhan itu bermanfaat bagi masyarakat.

"Tujuan awalnya untuk mempermudah pendistribusian sembako. Namun, kenyataannya tujuan itu belum karena banyak distributor enggan menggunakan jasa itu," katanya.

Distributor, kata dia, banyak yang kembali menggunakan kapal laut atau pesawat terbang tujuan Batam dalam mendistribusikan barang kebutuhan pokok warga.

Ia juga menilai koordinasi antardinas dan instansi rendah dalam mengoptimalkan pelabuhan itu bagi perekonomian masyarakat.

"Setiap satuan kerja terkesan jalan sendiri-sendiri," katanya.

Ia mencontohkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) maupun pertanian seharusnya saling bersinergi dengan Dinas Perhubungan agar pelabuhan itu dapat dioptimalkan untuk memasarkan produk dan komoditas di daerah itu.

"Disperindag dan pertanian harus membuat terobosan agar setiap truk yang kembali ke Pekanbaru tidak berangkat dalam keadaan kosong sehingga dapat meringannkan biaya distribusi," katanya.

Ia juga mengatakan, pelabuhan tersebut memang berada dalam kewenangan Dinas Perhubungan serta instansi teknis terkait lainnya.


"Namun, untuk pemberdayaannya tentu turut melibatkan semua SKPD, sehingga efektif mengangkat perekonomian masyarakat," tambahnya.

COPYRIGHT © 2010

http://kepri.antaranews.com/berita/13219/organda-tarif-angkut-roro-parit-rampak-mahal

Rabu, 30 Juni 2010

Dermaga Roro Selesai Akhir 2010

Dermaga Roro Selesai Akhir 2010


Rabu, 30 Juni 2010 09:46

LINGGA (BP) - Pembangunan dermaga roll on roll off (Roro) Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat ditargetkan selesai akhir 2010. Saat pembangunan dermaga tahap akhir sedang dikerjakan. Jalan menuju dermaga juga sedang dikerjakan.

Penanggung Jawab Proyek Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Kepri, Marzuki mengatakan, pembangunan dermaga digesa memasuki tahap akhir. ”Ini proyek APBN. Tahun 2010 dilanjutkan lagi pembangunannya. Kita targetkan selesai akhir 2010,” kata Marzuki, baru-baru ini.

Selain proyek dermaga, juga sedang berlangsung pengerjaan jalan menuju ke dermaga. “Sama-sama sedang dikerjakan. Kedua proyek nantinya selesai bersamaan, sehingga roro bisa dioperasikan,” ujarnya.

Dijelaskan, ASDP mulai 2011 rencananya mengoperasikan dua kapal roro rute Jagoh-Kuala Tungkal (Jambi) dan Jagoh-Tanjungpinang. Bobot kapalnya 550 GT. Lebih besar sedikit dari kapal ASDP KM Kuala Batee II yang rutenya Telaga Punggur (Batam)-Tanjung Uban (Bintan).

“Dengan beroperasinya dua kapal Roro di tahun 2011 mendatang, berarti jarak Jagoh ke Kuala Tungkal kian dekat. Begitu pula dengan jarak ke Tanjungpinang. Warga sudah bisa memanfaatkan pelabuhan Roro untuk membawa kendaraan roda dua maupun roda empat dari dalam dan keluar Lingga,” katanya.

Selain rute Jagoh ke Tanjungpinang dan Kuala Tungkal, nantinya juga dioperasikan rute Jagoh-Penarik, Kecamatan Lingga. Tujuannya agar akses dari Dabo ke Daik lebih lancar. Kenderaaan baik roda dua dan roda empat bisa dibawa. (dea)

http://www.batampos.co.id/pro-kepri/pro-lingga/dermaga-roro-selesai-akhir-2010.html

Kamis, 29 April 2010

2011 ASDP Operasikan Dua Kapal Roro (Tg Pinang-Kuala Tungkal)

2011 ASDP Operasikan Dua Roro


Kamis, 29 April 2010

LINGGA- Ditargetkan menjelang akhir tahun 2010 ini, pembangunan dermaga roll On rool off (Roro) Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat selesai. Selanjutnya, setahun kemudian pihak pengelolah akan mengoperasikan dua kapal roro rute Jagoh-Kuala Tungkal dan Jagoh-Tanjungpinang. Pembangunan dermaga Roro di Jagoh, Kecamatan Singkep merupakan proyek Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Provinsi Kepri, yang dikerjakan secara bertahap. Dikabarkan pembangunan pelabuhan tersebut sudah dimulai sejak tahun 2007 lalu menggunakan dana APBN.

"Pembangunan dermaga Roro digesa selesai dalam tahun 2010 ini. Seluruh dananya dibiayai APBN. Sementara pembuatan kapal Roro sudah dalam tahap dikerjakan," kata Penanggung Jawab Proyek SNVT ASDP Kepri, Marzuki kepada wartawan belum lama ini.

Dikatakannya, pada tahap awal ada dua kapal Roro. Satu rute Jagoh-Tanjungpinang dan satu lagi rute Jagoh-Kuala Tungkal. Bobot kapalnya 550 GT. Lebih besar sedikit dari kapal ASDP KM Kuala Batee II yang rutenya Telaga Punggur (Batam)-Tanjung Uban (Bintan).

"Dengan beroperasinya dua kapal Roro di tahun 2011 mendatang, berarti jarak Jagoh ke Kuala Tungkal kian dekat. Begitu pula dengan jarak ke Tanjungpinang. Warga sudah bisa memanfaatkan pelabuhan Roro untuk membawa kendaraan roda dua maupun roda empat dari dalam dan keluar Lingga," ujarnya.

Selain rute Jagoh ke Tanjungpinang dan Kuala Tungkal, nantinya juga dioperasikan rute Jagoh-Penarik, Kecamatan Lingga. Tujuannya agar akses dari Dabo Singkep ke Daik Lingga lebih lancar. Kenderaaan baik roda dua dan roda empat bisa dibawa. Tahun ini juga dibangun jalan menuju arah dermaga Roro Jagoh.

"Sebelumnya pembangunan dermaga Roro Jagoh memasuki tahap IV tahun 2009 lalu. Dananya sebesar Rp3,9 miliar dari APBN melalui SNVT ASDP Kepri. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan ditanggung APBN," ungkapnya. (sm/in)

http://sijorimandiri.net/fz/index.php?option=com_content&task=view&id=16800&Itemid=42

Selasa, 27 April 2010

Jagoh-Tungkal Kian Dekat

Jagoh-Tungkal Kian Dekat


Selasa, 27 April 2010 07:43

Pembangunan dermaga Roll On Roll Off (Roro) Jagoh, Kecamatan Singkep yang merupakan proyek Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Provinsi Kepri, ditargetkan selesai tahun 2010 ini. Berikutnya, dua kapal sudah beroperasi rute Jagoh- Tanjungpinang dan Jagoh-Kuala Tungkal (Jambi) pada 2011.

Dengan beroperasinya dua kapal Roro di tahun 2011 mendatang, berarti jarak Jagoh ke Kuala Tungkal kian dekat. Begitu pula dengan jarak ke Tanjungpinang. Warga sudah bisa memanfaatkan pelabuhan Roro untuk membawa kendaraan roda dua maupun roda empat.

Penanggung jawab proyek SNVT ASDP Kepri Marzuki mengatakan, pembangunan dermaga digesa selesai dalam tahun 2010 ini. Seluruh dananya dibiayai APBN. Sementara pembuatan kapal Roro sudah dalam tahap dikerjakan.

”Tahap awal ada dua kapal Roro. Satu rute Jagoh-Tanjungpinang dan satu lagi rute Jagoh-Kuala Tungkal. Bobot kapalnya 550 GT. Lebih besar sedikit dari kapal ASDP KM Kuala Batee II yang rutenya Punggur-Tanjung Uban,” kata Marzuki, kemarin.

Selain rute Jagoh ke Tanjungpinang dan Kuala Tungkal, nantinya juga dioperasikan rute Jagoh- Penarik, Lingga. Tujuannya agar akses dari Dabo Singkep ke Daik Lingga lebih lancar. Kenderaaan baik roda dua dan roda empat bisa dibawa. ”Tahun ini juga dibangun jalan menuju arah dermaga Roro Jagoh,” ujarnya.

Sebelumnya, pembangunan dermaga Roro Jagoh memasuki tahap IV tahun 2009 lalu. Dananya sebesar Rp3,9 miliar dari APBN melalui SNVT ASDP Kepri. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan ditanggung APBN.

Banyak harapan dengan beroperasinya dermaga Roro ini akses dari Dabo Singkep menuju ke Tanjungpinang, Kuala Tungkal, Daik Lingga dan daerah lain lebih mudah dan biaya lebih murah. Saat ini cukup sulit membawa kendaraan dari Tanjungpinang ke Dabo atau Daik Lingga. Biaya juga lebih besar. ***

http://www.batampos.co.id/pro-kepri/pro-lingga/jagoh-tungkal-kian-dekat-.html