Jumat, 05 Agustus 2011

Tarif Kapal Roro KMP Lome Tanjung Pinang - Karimun

Pulau Bintan - Pulau Karimun : 2 Kali Seminggu
(Durasi pelayaran 6-7 jam)

Jadwal RoRo Tanjung Pinang Bintan ke Tanjung Balai Karimun
- Berangkat tiap hari Senin dan Jumat Pukul 09.00 pagi
Jadwal RoRo Tanjung Balai Karimun ke Tanjung Pinang Bintan
- Berangkat tiap hari Minggu dan Rabu Pukul 09.00 pagi


Tarif
Dewasa : Rp. 47.000
Anak : Rp. 32.000
Motor + pengemudi : Rp. 124.000
Mobil + pengemudi : Rp. 862.000
Mobil PickUp + pengemudi : Rp. 778.000
Bus : Rp 1.661.000
Truk : Rp 1.365.000.

Tarif kapal roll on roll off (roro) KMP Lone rute Tanjungpinang-Tanjungbalai Karimun, sudah ditetapkan. Untuk calon penumpang dikenakan tarif Rp60 ribu. Sementara untuk truk ditetapkan sebesar Rp850 ribu per unit. Selain itu, kategori Sedan Rp700 ribu per unit, dan sepeda motor Rp120 ribu.
Keputusan ini sesuai hasil rapat penyesuaian tarif pemerintah daerah dengan Kementerian Perhubungan bersama Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), Rabu (3/8) tentang tarif pengangkutan kendaraan dan penumpang roro KMP Lone jalur Tanjungpinang-Tanjungbalai Karimun, di Kantor Gubernur Kepri.
”Tarif tersebut nanti akan dilaporkan ke Gubernur untuk dimintai persetujuannya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kepri Muramis, Rabu (3/8).
Dikatakan Muramis, penetapan tarif tersebut sesuai jarak tempuh Tanjungpinang-Karimun. Atau melintasi perairan sepanjang 73 mil, dengan jarak waktu tempuh sekitar enam sampai tujuh jam.
Jika sudah disetujui, maka tarif tersebut akan berlaku pada hari Sabtu (13/8), bersamaan dengan hari pertama beroperasinya roro. Nantinya acara pelepasan perdana lansung dilakukan Gubernur Kepri M Sani, dan kembali disambut gubernur pada hari yang sama di Karimun bersamaan dengan Safari Ramadan.
Adapun KMP Lone, memiliki panjang keseluruhan 45,50 meter, lebar 12 meter, tinggi geladak 3,2 meter, sarat air, 2,15 meter, mesin utama 2×800 HP, kecepatan 12 knot, dengan ABK 18 orang. KMP Lone dijelaskan Muramis bisa mengangkut penumpang 214 orang ditambah 12 truk, dan tujuh sedan atau setara 22 kendaraan.
Dengan tersambungnya jalur transportasi laut Karimun-Pinang, kata Muramis, maka telah melancarkan arus transportasi dan memudahkan jalur pertumbuhan ekonomi antara kedua daerah.
Untuk melancarakan jalan darat menuju pelabuhan Dompak, kata Muramis telah membicarakannya dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) supaya cepat diperbaiki demi melancarkan arus transportasi.
Pada kesempatan ini, Muramis juga menyempatkan diri bersama pihak dinas perhubungan lainnya memantau keadaan dan fasilitas Roro KMP Lone yang dipergunakan sebagai pengangkut di Pelabuhan Dompak. Hadi

Jelang Operasional KMP Lome 13 Agustus

Kadishub Tinjau Kesiapan KMP Lome

TANJUNGPINANG- Dinas Perhubungan Kepri, Tanjungpinang dan Karimun bersama jajaran Adpel, ASDP menggelar rapat membahas kesiapan atas beroperasinya KMP Lome pada 13 Agustus nanti. Kapal Roro ini akan berlayar dan melayani rute Tanjungpinang-Karimun dan sebaliknya.       "Hasil rapat kita dengan Adpel, ASDP, dan Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang dan Karimun pagi tadi telah dipastikan KMP Lome akan memulai operasional pada 13 Agustus mendatang. Pelayaran perdana tersebut akan dilepas oleh Bapak Gubernur di Pelabuhan Roro Pulau Dompak dan kembali diterima Gubernur di Pelabuhan Parit Rampak di Karimun," kata Kepala Dinas Perhubungan Kepri Muramis, di sela-sela peninjauan kesiapan KMP Lome di Pelabuhan Roro Pulau Dompak, Rabu (3/8).

Muramis menjelaskan, KMP Lome dengan bobot 500 GRT dapat menampung sebanyak 22 unit mobil dan 214 orang. Menurutnya, KMP Lome akan melayari Tanjungpinang-Karimun sebanyak 3 trip dalam seminggu. Perkiraan harga tiket yakni Rp800 ribuan untuk kendaraah jenis truk dan Rp50 ribuan untuk penumpang.

Mantan Kadishub Kota Batam itu menambahkan, ASDP akan menjadi operator pelayaran dan Adpel menjadi penanggungjawab dan pemberi izin berlayar. Sedangkan Dinas perhubungan Kota Tanjungpinang sebagai penyelenggara Pelabuhan Roro pulau Dompak.

KMP Lome merupakan kapal modern, jauh lebih baik dari kapal Roro yang sudah ada di Kepri. Kapal ini dilengkapi fasilitas pendukung seperti tempat tidur penumpang, tempat duduk yang nyaman dan toilet yang bersih. (rul)

http://www.haluankepri.com/news/tanjungpinang/15492-kadishub-tinjau-kesiapan-kmp-lome-.html

Rabu, 03 Agustus 2011

Pinang - Karimun Menyatu Tanggal 13 Agustus 2011

RAMAI: Kapal Roro yang melayani Telaga Punggur - Tanjunguban selalu ramai penumpang. Tanggal 13 Agustus mendatang, hal serupa juga bisa dinikmati warga Pinang dan Karimun karena kapal Roro baru pesanan Kepri sudah jadi untuk menyatukan dua pulau ini.
 
Berlayar Perdana 13 Agustus

Kabar gembira bagi masyarakat Pulau Bintan dan Karimun. Kapal roro pesanan Kepri senilai Rp24 miliar akhirnya selesai dan saat ini sudah berada di Pelabuhan Roro di Dompak. Kapal akan melayani warga dua pulau ini mulai 13 Agustus 2011.

Kapal yang diberi nama KM Lome ini dibuat di Sumatra Selatan, menggunakan biaya anggaran APBN multiyears mulai 2008 hingga 2011. Pengoperasian kapal akan dilakukan oleh pejabat dari Pemprov Kepri.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Muramis, menjelaskan KM Lome sudah tiba di Pelabuhan Roro Dompak, Senin (1/8). Kapal Roro ini akan mempermudah masyarakat Kepri, baik yang ada di Tanjungpinang dan Karimun untuk membawa hasil pertaniannya. Kehadiran kapal ini juga diyakini mampu membuat perputaran perekonomian kedua daerah tumbuh baik.

“Besok (hari ini) kita akan rapat dengan ASDP, Dinas Perhubungan Kota, Karimun, Adpel, membahas kapan dioperasikan, berapa harga tiket penumpang, berapa harga kendaraan bermotor dan kendaraan truk dan mobil sedang dari Tanjungpinang ke Karimun dan sebaliknya,” kata Muramis kepada wartawan, Selasa (2/8).

Kapal ini dijadwalkan berangkat dari Tanjungpinang ke Karimun tiga kali seminggu. Ia mampu mengangkut 214 penumpang, 12 kendaraan jenis truk, 7 kendaraan jenis sedan dan 22 roda dua. Panjang kapal 45,50 meter dan lebar 12 meter, memiliki tempat kursi baik VIP dan kelas ekonomi. Terdapat tiga lantai dan jumlah anak buah kapal (ABK) 18 orang.

Jarak Tanjungpinang ke Karimun sejauh 73 mil akan ditempuh KM Lome selama 6 hingga 7 jam. Dari Karimun ke Tanjungpinang, akan memakan waktu yang sama. Ditambahkan Muramis, keseriusan Pemerintah Provinsi Kepri dan didukung oleh pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Kepri untuk menyatuhkan seluruh pulau-pulau di Kepri akan terwujud sebelum masa jabatanya berakhir.
Kapal ini akan melengkapi kapal lain yang sudah lebih dulu beroperasi, yaitu KMP Kuala Batee dan KM Sri Gemilang dengan rute Telagga Punggur – Tanjunguban, KMP Senagi rute Karimun – Mengkapan, KMP Sembilang rute Dabo – Kuala Tungkal (Jambi), Kuala Tungkal – Tanjunguban dan Tanjungpinang – Dabo.
Sebelumnya, Gubernur Sani menegaskan, penyediaan kapal-kapal Roro merupakan komitmen pemerintah untuk mengembangkan setiap pulau yang ada di Kepulauan Riau. Ketika transportasi sudah lancar, perekonoian suatu daerah akan bergairah. Ia menyambut gembira selesainya KM Lome menjelang lebaran karena biasanya dibutuhkan masyarakat pada hari lebaran.

Roro bukan satu-satunya transportasi laut yang digagas Pemprov Kepri. Pemerintah juga segera menyediakan kapal cepat untuk melayari rute-rute terpencil. Diantaranya rute Subi, Serasan, Midai, Sedanau, Pulau Laut, Kelarik, Tanjungbatu, Moro, Durai, Dabo, Pekajang bahkan hingga ke Pulau Berhala.

(abas)

http://tanjungpinangpos.co.id/2011/08/pinang-karimun-menyatu/#comment-768

Menyongsong Terhubungnya Lalu Lintas Darat Antara Kepulauan Riau dengan Sumatera

Merangkai Pulau Dengan Kapal RoRo

Diperkirakan Agustus 2011 ini Ibu Kota Kepri Tanjung Pinang dapat terhubung dengan Sumatera dengan beroperasinya Kapal RoRo KMP Lome.

Dari Pulau Batam Ke Pulau Bintan,
(ASDP Telaga Punggur - Tanjung Uban)
Dari Pulau Bintan ke Pulau Tanjung Balai Karimun,
(ASDP Dompak Darat- Parit Rempak)
Dari Tg. Balai Karimun sampailah ke Sumatera,
(ASDP Parit Rempak - Tg. Buton Mengkapan)


Lintas Perhub Darat Kapal RoRo ASDP antara Kep Riau dan Sumatera

Selasa, 02 Agustus 2011

Kapal RoRo KMP Lome Mulai Beroperasi 13 Agustus

Layani Penyeberangan Tpi-Karimun

TANJUNGPINANG- KMP Lome, kapal penyeberangan atau roro yang akan melayani rute pelayaran Tanjungpinang-Karimun dan sebaliknya telah tiba di Tanjungpinang, Snein (1/8). Kapal bantuan dari Pusat itu akan mulai beroperasi pada Sabtu (13/8) nanti.

Kapal bantuan yang sudah beberapa tahun lalu diajukan Pemprov Kepri itu, pada saat beroperasi akan langsung membawa Gubernur Kepri HM Sani ke Karimun dalam program Safari Ramadhan.

"Kapal Lome akan lsg membawa Gubernur Kepri Safari Ramadhan ke Karimin pada 13 Agustus nanti," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Muramis kepada Wartawan, Selasa (2/8).

Menurut Muramis, pengadaan kapal roro untuk jurusan tersebut dianggarkan pusat melalui APBD Kepri. Tujuannya untuk mempermudah akses transportasi, terutamanya lagi dalam mendistribusian kebutuhan bahan pokok.Kapal ini akan melayani Tanjungpinang-Karimun sebanyak 3 kali seminggu dengan kapasitas 214 kursi dan mampu menampung 20 unit kendaraan jenis Truk. Sedang lama perjalanan yang akan ditempuh kapal ini diperkirakan 6-7 jam dengan jarak tempuh sekitar 73 mil laut.

"Saya tidak ingat persis berapa anggarannya. Namun yang jelas kapal roro itu dianggarkan melalui APBN, dan diproduksi oleh PT Mariana Bahagia Palembang. Saat ini kapal roro tersebut telah sandar di Pelabuhan Dompak dan siap untuk dioperasikan," imbuhnya.

Keberadaan kapal roro ini merupakan program prioritas yang sejalan dengan program pengembangan sektor maritim, khususnya bidang kepelabuhanan. Selama ini, arus barang dari Tanjungpinang mengandalkan kapal kargo yang terbatas.

Setelah kapal roro KM Lome beroperasi, warga Karimun bisa membawa kendaraannya ke Tanjungpinang, begitu juga sebaliknya. Muramis yakin, kehadiran KM Lome sangat positif bagi pengembangan perekonomian masyarakat.

"Dengan membuka akses transportasi ini diharapkan akan mampu memacu peningkatan perekonomian masyarakat," tandasnya.(rul)
http://www.haluankepri.com/news/tanjungpinang/15392-kmp-lome-mulai-beroperasi-13-agustus-.html

 

Senin, 01 Agustus 2011

Kapal Roro Rute Tanjung Pinang Tunggu Armada

Roro Rute Tanjung Pinang Tunggu Armada

KARIMUN - Persiapan Pemkab Karimun dalam melayani kapal Roll on Roll off (Roro) rute Tanjung Pinang-Karimun saat ini sudah siap. Tinggal menunggu armada yang akan berlayar.
Demikian dikatakan Wakil Bupati Karimun, H.Aunur Rafiq, Sabtu (30/7) kemarin. "Saat ini kita sudah tersambung dengan Buton-Riau. Kemudian dilanjutkan dengan rute Karimun ke Tanjung Pinang, Selain itu ke Pulau Kundur juga akan kita sediakan. Ini menunjukkan bahwa wilayah hinterland di Karimun semakin membaik," ujar Rafiq, Sabtu (30/7).

Dengan demikian lanjut Rafiq, perekonomian Kabupaten Karimun juga akan semakin membaik. "Saat ini sudah ada peningkatan sebesar 10 %" ucap Rafiq.

Dengan beroperasinya kapal roro ke Button, saat ini sudah memudahkan masyarakat Karimun dalam memasok kebutuhan sembako. Rafiq juga berharap agar pemerintah pusat harus komit terhadap Kabupaten Karimun. Disamping itu pula sebagai daerah perbatsan harus lebih diperhatikan. "Upaya koordinasi kita dengan pusat saat ini sudah dilaksanakan. Dengan cara menyurati dDepartemen perhubungan," pungkasnya. (gan)

http://www.haluankepri.com/news/karimun/15273-roro-rute-tanjung-pinang-tunggu-armada.html

Pengoperasian Kapal Roro Bikin Angkut Barang Lebih Efisien

Pengoperasian Kapal Roro Bikin Angkut Barang Lebih Efisien

PEMERINTAH Karimun menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Kepri untuk mengoperasikan kapal roro yang melayani Tanjungpinang-Karimun.
”Jika kapal roro tersebut beroperasi, akan mempermudahkan arus barang dan kendaraan dari Karimun dan berbagai daerah lainnya di Kepri. Terutama untuk sembako, tentunya akan memberikan keuntungan bagi pedagang dan masyarakat,” kata Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Sabtu (30/7) lalu.
Apalagi selama ini, kata Rafiq, mengangkut barang dari Karimun menuju daerah lain, kebanyakan menggunakan kapal kayu yang kurang efisien dan berpengaruh terhadap nilai jual produk, terutama sayur-sayuran. Dengan adanya pelabuhan ini, akan meningkatkan perekonomian masyarakat Karimun. Karena otomatis akan memperpendek hubungan antara Karimun dengan daerah lain.
Disinggung mengenai kesiapan, Rafiq mengatakan pemerintah Karimun sudah sangat siap, karena memiliki Pelabuhan Roro yang berada di Parit Rampak. ”Mengenai infrastruktur pelabuhan tidak ada masalah, tinggal pengoperasian saja,” jelasnya.
Agar lebih matang lagi kesiapan pengoperasian pelabuhan itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait di provinsi maupun di Karimun, seperti Dishub, Pelindo dan BUP (Badan Usaha Pelabuhan) Karimun.
”Karena untuk segi pengawasan, merekalah nantinya akan berada digaris terdepan. Baik segi pelayanan maupun pengamanan,” ujarnya. ***