Sabtu, 30 Januari 2010

Preview Entrepreneur University

Acara : Preview Entrepreneur University

Pembicara : Bapak Jaya Setiabudi
Tanggal : 31 Januari 2010
Jam : 13.00 - 16.00 WIB
Venue : Swiss Inn Hotel

"Rupanya beliau adalah orang yang sering saya lihat pas di Mesjid... beliau adalah salah seorang Entrepreneur sejati...mudah-mudahan bisa belajar banyak dari dia"

Selasa, 05 Januari 2010

Jadwal Roro Jadi Tiga Trip


Senin, 04 Januari 2010
Penyeberangan Tanjunguban-Punggur Padat

tribun/iman suryantoBINTAN, TRIBUN - Puncak arus balik musim liburan natal dan tahun baru 2010 dapat dilihat kepadatannya di pelabuhan penyeberangan Kapal roll on roll off (roro) Telaga Punggur Batam, Minggu(3/1).
Dimana ratusan kendaraan roda dua dan empat telah lama antre di pintu masuk pelabuhan hingga mulut kapal. Lonjakan penumpang yang rata-rata berasal dari warga Tanjungpinang dan Tanjunguban sudah terlihat sejak pagi hari atau pada trip pertama kapal roro. Meski demikian sejumlah petugas telah siap dan tak kewalahan mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut.
Muhammad, petugas PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Telaga Punggur mengatakan lonjakan penumpang kali ini sangat padat dan ramai sejak pagi bahkan khusus beberapa hari terakhir ini pihak ASPD mengerahkan 3 kali penyeberangan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Khusus hari ini dan beberapa waktu lalu kami menambah jadwal jadi tiga trip yaitu jam 10, 1 dan jam 3, karena padat dan ramainya penumpang dari dan ke Punggur dan Uban,” kata Muhammad .
Ronald, seorang penumpang yang menggunakan mobil mengatakan bahwa dirinya dan keluarga merayakan Natal di Batuaji, Batam dan harus balik hari ini karena besok (senin) sudak mulai beraktifitas kembali setelah liburan.
“Hari ini kan liburan terakhir saya mas. Makanya harus balik hari in kalo tidak ingin dapat teguran dari perusahaan,” kata Ronald yang bekerja di kawasan wisata di Lagoi sebagai Security.
Sementara itu Dina siswi kelas 2 SMA di Tanjunguban mengatakan kepulangannya menggunakan roro setelah bersama teman-teman di sekolahnya merasakan tahun baru di Mongsa, Natam dengan membawa motor dari Tanjunguban , selain itu mulai Senin dirinya sudah mulai kembali sekolah setelah liburan panjang .“Senin kami sudah mulai sekolah lagi Om. Makanya hari ini harus balik pulang unutk mempersiapkan pelajaran besok,” kata Dina. (isu)

http://tribunbatam.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=40357&Itemid=1125

Jumat, 09 Oktober 2009

Bappenas Dukung Jembatan Batam Bintan

Bappenas Dukung Jembatan Babin

Kamis, 08 Oktober 2009
Tahun Depan Mulai Pembebasan Lahan
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberi sinyal mendukung pelaksanaan pembangunan Jembatan Batam Bintan (Babin) yang nantinya menyatukan Pulau Batam dan Bintan. Pekan depan, Bappeda Kepulauan Riau kembali melakukan pemaparan di Bappenas.
”Bappenas mendukung. Kita bersama Bappenas masih mencari pola pendanaan, apakah menggunakan swasta murni atawa dana pemerintah,” ujar Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, di Graha Kepri, Batam, Rabu (7/10). Pemprov masih berusaha melaksanakan pembangunan jembatan tersebut agar perkembangan Batam yang cukup pesat bisa dialihkan ke Bintan.
Kepala Bappeda Kepri Suhajar Diantoro menambahkan, saat ini Pemprov sudah membentuk tim pelaksana pembangunan jembatan Babin di bawah kendali Bappeda Kepri. Sedangkan anggota terdiri dari Deputi Administrasi BP Batam, Ketua Tim Kadis PU Provinsi. Anggota tim lainnya terdiri dari gabungan pegawai BP Batam, Pemprov, dan Bintan.
”Tahun 2010 dijadwalkan dilakukan pembebasan lahan di sekitar kaki jembatan,” katanya usai mengikuti rapat gabungan dengan tim yang sudah dibentuk oleh Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, kemarin. Tim terus bekerja mewujudkan pembangunan jembatan. Suhajar belum bisa memastikan waktu pelaksanaan. Semua tergantung Bappenas dan anggaran. Langkah -langkah yang sudah dilakukan tim membuat DED jembatan tahun 2005, tim sudah melakukan koordinasi dengan Dirjen Bina Marga Departemen PU, telah melakukan pembahasan dengan Departemen Perhubungan tentang desain teknis jembatan. ”Dan akan membentuk tim interdept yang akan membahas teknis pembangunan jembatan dengan instansi terkait,” katanya.
Dikatakan, bisa saja pembangunan jembatan yang menelan dana sekitar Rp4 triliun itu menggunakan dana asing dan pemerintah seperti yang dilakukan di Jembatan Suramadu. Jika jadi dibangun, jembatan ini menjadi jembatan terpanjang di Indonesia mengalahkan Suramadu.
Desain gambar jembatan terdiri dari tiga jembatan. Jembatan I menghubungkan Pulau Batam dengan Tanjungsauh, dengan panjang jembatan 2,2 km. Jembatan II menghubungkan Tanjungsauh-Pulau Buau Panjang. Panjang jembatan 3,9 km. Dan jembatan III menghubungkan Pulau Buau dengan Pulau Bintan dengan panjang jembatan 0,7 km.
Ketinggian jembatan berkisar 40 meter ke atas dari permukaan laut. Kapal kapal besar dipastikan masih bisa melalui bawah jembatan. ”Masalah ketinggian ini masih dibahas dengan Dephub. Perkiraan mulai dari 40-60 meter dari laut,” ujar Suhajar. Suhajar berharap, pembangunan jembatan ini tidak terlalu lama. ”Untuk itu kita terus bekerja. Paling tidak di Bappenas masih dua kali presentasi lagi,” kata dia. (rob)

http://batampos.co.id/KEpri/KEpri/Bappenas_Dukung_Jembatan_Babin.html

Sabtu, 03 Oktober 2009

Volume Pelabuhan Roro Penumpang Turun Naik

Volume Pelabuhan Roro Penumpang Turun Naik


Sabtu, 03 Oktober 2009

KARIMUN- Sejak diresmikan pengoperasian Pelabuhan Roll On Roll Off (Roro) Parit Rempak di Kabupaten Karimun oleh Bupati Karimun Nurdin Basirun Kamis (17/9) lalu, sampai kini, aktivitas keberangkatan kapal di pelabuhan tersebut turun naik.

Kapal KM Senangin yang yang melayani trayek Parit Rempak, Karimun-Mengkapan, Tanjung Buton tersebut sudah empat trip bolak balik berlayar.

Hal itu diakui Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Cendra Nawazir. Ia mengatakan sejak beroperasi, presentasi volume penumpang yang menggunakan pelabuhan Roro mengalami grafik turun naik. Namun pihaknya tidak mengetahui angka pasti berapa kenaikan penumpang usai peresmian pelabuhan tersebut.

"Secara rinci, saya tidak bisa mengetahui angka pastinya. Lebik baik tanya pihak Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) karena mereka pihak yang lebih mengetahui secara pasti bagaimana volume dan kenaikan penumpang di Pelabuhan Roro," ujar Cendra, ketika ditemui di kediaman dinas Bupati Karimun usai melepas keberangkatan Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama rombongan ke Padang, Jumat (2/10).

Direktur Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) Firdaus ketika dikonfirmasi terkait kenaikan penumpang sejak dioperasikan pelabuhan Roro mengatakan, volume penumpang yang datang maupun meninggalkan Karimun melalui Pelabuhan Roro turun naik. Hal itu menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal.

Ia menjelaskan, saat kini kapal Roro (KM Senangin) berangkat dari Pelabuhan Parit Rempak berangkat 2 kali seminggu, yakni pada Kamis dan Sabtu sekitar pukul 19.00 WIB. Sementara dari Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton berangkat Jumat, dan Minggu pada jam yang sama.

Kapal KM Senangin memiliki kapasitas 215 penumpang 22 mobil, 7 truk dan 100 sepeda motor. Dengan tarif untuk orang dewasa Rp53.250, anak-anak Rp32.250, sepeda motor Rp100 ribu, mobil Rp918 ribu dan truk Rp1,2 juta.

"Sejak beroperasi, banyak penumpang yang memanfaatkan Pelabuhan Roro untuk mudik lebaran. Kemudian terjadi penurunan, lalu naik lagi. Kamis (1/10) lalu, penumpang yang memakai jasa kapal Roro berjumlah 62 orang, 6 motor dan 3 mobil," terang Firdaus.

Namun, Firdaus tidak bisa memastikan apakah penumpang yang berangkat meninggalkan Karimun itu merupakan warga Sumbar yang hendak pulang kampung menemui saudaranya yang terkena gempa.

"Soal itu, saya tidak bisa menjawabnya, karena tidak menanyakan tujuan mereka," timpal Firdaus. (sm/30)

http://sijorimandiri.net/fz/index.php?option=com_content&task=view&id=13570&Itemid=40

Kamis, 01 Oktober 2009

Roro Beroperasi Dua Kali Seminggu

Roro Beroperasi Dua Kali Seminggu
Kamis, 01 Oktober 2009

KARIMUN (BP) - Beroperasinya kapal roll on roll off (roro) dari pelabuhan Parit Rampak, Kecamatan Meral, Karimun menuju Tanjungbuton, Riau, disambut positif warga di Pulau Sumatera. Di antaranya datang dari warga Medan dan Pekanbaru. Pelayaran perdana kapal roro dengan nama lambung KM Sinangin dilaksanakan 17 September lalu. Respon positif langsung disampaikan warga Karimun maupun warga Pulau Sumatera. Hal ini dibuktikan dengan ramainya calon penumpang dan kendaraan pribadi yang diangkut KM Sinangin.
”Sejak dioperasikan kapal roro dari Karimun, sambutan warga dari Pulau Sumatera luar biasa. Rekan-rekan saya yang ada di Pekanbaru dan Medan mulai mencari informasi menyangkut jadwal keberangkatan kapal roro,” ungkap Direktur Utama Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) Kabupaten Karimun, Firdaus kepada Batam Pos, Rabu (30/9).
Mengenai pelayaran perdana KM Sinangin, Firdaus mengakui, berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. ”Dalam seminggu, KM Senangin berlayar sebanyak dua kali dari Karimun yakni Kamis dan Sabtu. Dua kali pula dari Pekanbaru yakni Jumat dan Minggu,” jelasnya. Menyangkut kendaraan yang diangkut kapal roro dari Karimun disebutkan Firdaus, paling banyak mobil pribadi. Kemudian diikuti sepeda motor dan penumpang umum. ”Untuk truk maupun barang, belum ada,” tukasnya. (yud)

Selasa, 29 September 2009

Kapal Roro Riau-Kepri Beroperasi

Kapal Roro Riau-Kepri Beroperasi


28 September 2009
148 klik
Beritahu Teman
Laporan MASHURI KURNIAWAN, Pekanbaru mkurniawan@riaupos.comJalur tranportasi kapal Roll on Roll off (Roro) yang menghubungkan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Riau, telah beroperasi sejak Jumat (25/9). Angkutan transportasi laut ini, melayani pelabuhan Mengkapan di Siak (Riau) dan Tanjung Balai Karimun (Kepri). Kapal Roro yang dapat mengangkut 214 orang penumpang, 22 unit kendaraan roda empat dan sepeda motor 40 unit ini, memiliki jadwal keberangkatan pada Jumat dan Ahad, dengan waktu keberangkatan pada pukul 17.00 WIB. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Riau Ruslaini Rahman melalui Kepala UPT Pelabuhan Yansirmasn SH MH menjelaskan, kapal Roro yang dioperasikan ini merupakan milik Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Provinsi Kepri, sambungnya, bekerja sama dengan Provinsi Riau berusaha memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ada di dua provinsi bertetangga agar bisa menikmati perjalanan nyaman, aman, dan murah dengan menyiapkan kapal Roro yang memiliki kapasitas 560 GT. ‘’Ruangan penumpang dilengkapi dengan AC. Tempat duduk empuk dan sangat memuaskan. Masyarakat bisa menikmati perjalanan dengan nyaman, aman, dan murah dengan kapal Roro tersebut. Kita sudah buka jalur awal Roro dari Kepri ini melayani Tanjung Balai Karimun-Mengkapan,’’ kata Yansirman kepada Riau Pos, akhir pekan lalu, di Pekanbaru.Dari penuturan Yansirman, kapal Roro sudah dilakukan pengecekan pengoperasian dan kelengkapan peralatan keselamatan bagi penumpang dari Dephub RI. ‘’Bagi masyarakat yang ingin mempergunakan Roro ini bisa langsung mendatangi Pelabuhan Mengkapan. Tiket sudah tersedia di sana,’’ pungkasnya.(izl)



http://www.riaupos.com/berita.php?act=full&id=3121&kat=7

Jumat, 25 September 2009

2010, Kapal Roro Layari Pinang-Karimun-Sumatera

2010, Kapal Roro Layari Pinang-Karimun-Sumatera

Kamis, 24 September 2009
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun H Cendra mengatakan, setelah sukses membuka rute kapal roll on roll off (roro) Karimun-Tanjungbuton, Pekanbaru, tahun depan rute Tanjungpinang-Karimun-Pekanbaru akan menyusul. ”Insya Allah tahun depan dibuka pula jalur kapal Roro dari Tanjungpinang tujuan Parit Rampak Karimun. Dengan demikian Pulau Sumatra sudah tersambung dari Pekanbaru hingga Tanjungpinang Kepri melalui kapal Roro,” tegasnya, kemarin.
Ditambahkan Cendra, dengan beroperasinnya nanti pelabuhan Roro Tanjungpinang, Karimun dan Pekanbaru, hal itu jelas mempercepat pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau dan Provinsi Kepri. Sedangkan untuk rute sekarang ini, jadwal kapal roro dari Karimun adalah setiap Kamis dan Sabtu. Sedangkan dari Pekanbaru hari Jumat dan Minggu.
Sementara itu, Bupati Karimun Nurdin Basirun mengaku beroperasinya pelabuhan roro Karimun sejak tanggal 17 September lalu di Parit Rampak tujuan Tanjungbuton Pekanbaru menjadi harapan baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat KarimunSebagaimana dijelaskan Bupati Karimun, H Nurdin Basirun saat pelepasan kapal Roro KM Senangin beberapa waktu lalu mengatakan, ”Dengan makin lancarnya arus barang dan orang ke Karimun, tentu saja dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Nurdin saat pelepas kapal roro tanggal 17 September lalu.
Menurutnya, arus lalu lintas barang dan orang akan semakin padat teruatam para pedagang yang membawa barang dagangannya dari Pekanbaru Riau dan Sumbar seperti sayur-mayur semakin cepat sampai di Karimun. Hal itu dengan adanya pelayanan kapal Roro yang beroperasi dua kali seminggu.
“Banyak peluang bisnis yang bisa dilakukan dengan beroperasinya kapal Roro dari Karimun tujuan Tanjungbuton Pekanbaru Riau. Saat ini terbuka lebar peluang usaha, hal itu terpulang bagi masyarakat karimun guna memanfaatkan pelung bisnis yang ada,” bebernya. (yud)