Sabtu, 27 Agustus 2011

Penumpang Roro Karimun-Buton Meningkat 400 Persen

Lebaran - Penumpang Roro Karimun-Buton Meningkat 400 Persen

Kapal Roro Senangin Dipadati Kendaraan Pemudik

Kapal Roro Senangin Dipadati Kendaraan Pemudik

Oleh: Rusdianto

Karimun (ANTARA News) - Pemudik yang menumpang kapal roro KMP Senangin yang berlayar dari Pelabuhan Parit Rampak, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menuju Mengkapan, Tanjungbuton, Riau pada Jumat malam meningkat 400 persen dibandingkan hari biasa.

"Jika biasanya penumpang rata-rata 60 orang, malam ini melonjak lebih dari 260 orang. Terjadi peningkatan sekitar 400 persen," kata Kepala Dinas Perhubungan Karimun Cendra Nawazir di Pelabuhan Parit Rampak, Kecamatan Meral, Jumat malam.

Cendra mengatakan, peningkatan cukup tinggi itu sebenarnya sudah terjadi sejak keberangkatan pada 22 Agustus lalu dengan jumlah penumpang mencapai 200 orang lebih, kendaraan roda empat 29 unit dan roda dua 6 unit.

Pada malam ini, lanjut dia, jumlah kendaraan roda empat mencapai 30 unit dan roda dua meningkat menjadi 20 unit.

"KMP Senangin paling banyak menampung 30 mobil untuk ukuran sejenis Honda Jazz atau CRV. Artinya, jumlah kendaraan yang naik sudah sesuai dengan kapasitas. Beberapa kendaraan roda empat terpaksa batal berangkat karena kapal sudah penuh," tuturnya.

Menurut dia, selama arus mudik maupun balik tahun ini, KMP Senangin untuk sementara tidak melayani kendaraan roda enam seperti truk sembako.

"Truk sembako tidak kami layani karena lebih mengutamakan pemudik menggunakan mobil atau sepeda motor yang hendak pulang kampung," ucapnya.

Dia mengatakan selama arus mudik dan balik, jadwal keberangkatan KMP Senangin bertambah dibandingkan hari biasa, yaitu pada 28 dan 31 Agustus. Kemudian pada saat arus balik terjadi penambahan jadwal sebanyak dua kali, sehingga jadwal keberangkatan menjadi empat kali, masing-masing pada 2, 4, 6 dan 8 September 2011.

"Keberadaan KMP Senangin sangat membantu pemudik, setidaknya mereka tidak lagi bergantung pada kapal feri di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun. Tahun depan, kami akan upayakan menambah satu kapal roro untuk memaksimalkan pelayanan arus mudik," katanya menambahkan.

Pantauan, puluhan kendaraan roda empat antre menaiki KMP Senangin. Sementara di atas kapal, ratusan penumpang memadati lantai dua kapal roro.

Tri Pujianto, salah seorang pemudik mengaku memilih kapal roro agar bisa berlebaran dengan kendaraan roda empat di kampung halamannya di Medan, Sumatra Utara.

"Kalau pakai kapal feri kan tidak bisa bawa mobil. Kami sengaja membawa mobil agar dapat bersilaturrahmi dengan keluarga di Medan," katanya.

(ANT-RD/S006/Btm3)
http://kepri.antaranews.com/berita/18244/lebaran--penumpang-roro-karimun-buton-meningkat-400-persen

Jumat, 26 Agustus 2011

Kapal Roro Tg pinang Karimun ditunda (IV)

Pesimis RoRo KMP Lome Berlayar Sebelum Lebaran 2011 

TANJUNGPINANG- DPRD Kepri pesimis KMP Lome, kapal roro yang akan melayari rute Tanjungpinang-Karimun bisa berlayar sebelum Lebaran. Hal itu disebabkan belum adanya serah terima kapal tersebut dari Kementerian Perhubungan kepada PT ASDP, operator kapal tersebut.
"Saya tidak yakin, KMP Lome bisa berlayar sebelum Lebaran. Informasi yang kita dapat, ABK-nya saja belum ada. Di samping itu, kapal ini juga belum diserahterimakan dari Kemenhub," kata Wakil Ketua III DPRD Kepri Iskandarsyah, Rabu (24/8).

Menurut dia, sebenarnya kehadiran kapal roro tersebut sudah sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Dengan ditundanya pemberangkatan kapal ini, sudah pasti masyarakat akan kecewa. Meski begitu, Iskandarsyah berharap pemerintah tetap bisa memberikan solusi agar kapal ini dapat beroperasi sebelum Lebaran.

"Pemprov Kepri hendaknya mencari cara agar kapal ini tetap bisa berlayar sebelum Lebaran nanti," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala ASDP Batam Dadag Wijanarko menyatakan bahwa pelayaran KMP Lome terpaksa ditunda karena kapal tersebut belum diserahterimakan.

"Pelayaran perdana terpaksa kita tunda kembali, karena hingga saat ini kapal Lome masih belum diserahterimakan oleh Kemenhub. Kemarin sudah ada yang meninjau dari Pusat, dan surat kuasa Direksi PT ASDP untuk mengoperasikan kapal ini," kata Wijanarko dihubungi sambungan telepon, Selasa (23/8).

Diberitakan sebelumnya, KMP Lome dijadwalkan akan mulai berlayar dari Tanjungpinang menuju Karimun pada 13 Agustus 2011, namun batal. Kemudian, kapal ini kembali dijadwalkan akan berlayar pada 23 Agustus. Namun, lagi-lagi batal.

Kepala Dinas Perhubungan Kepri Muramis, saat ditanya tentang kepastian pelayaran perdana KMP Lome, tak mau berkomentar panjang. "Jangan dulu lah, malu saya. Kemarin itu sudah diberitakan besar-besar di koran," kata Muramis ditemui di Restoran Sanur di Batam, saat acara buka puasa bersama anatara Wakil Gubenur Soerya Respationo bersama penyandang cacar, Senin lalu.  (rul/and)

http://www.haluankepri.com/news/tanjungpinang/16577-pesimis-kmp-lome-berlayar-sebelum-lebaran.html

Selasa, 23 Agustus 2011

Roro Pinang - Karimun ditunda (III)

Kapal Roro Tanjungpinang-Karimun Belum Dipastikan

Oleh: Nikolas Panama

Tanjungpinang (ANTARA News) - Jadwal KMP Lome dari Pulau Dompak, Tanjungpinang menuju Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, belum dapat dipastikan karena Kementerian Perhubungan belum menyerahkan kapal tersebut kepada PT ASDP Indonesia Ferry.

Serah terima kapal roro rute Tanjungpinang-Karimun itu juga tidak semudah yang dibayangkan oleh berbagai pihak, karena harus melalui beberapa tahapan, kata Kepala PT ASDP Indonesia Ferry Batam, Dadag Wijanarko, Senin.

Tahapan yang harus dilaksanakan antara lain, PT ASDP pusat mengirimkan tim untuk mengevaluasi, memeriksa dan menginventarisasi aset. Tim tersebut telah melaksanakan tugasnya, dan pada hari ini langsung berangkat ke Ternate untuk melaksanakan tugas yang sama.

"Mereka langsung berangkat ke Ternate untuk mengevaluasi, memeriksa dan menginventarisasi aset kapal roro di daerah tersebut. Saat ini ada 8 kapal roro yang akan beroperasi di Indonesia," ungkapnya.

Sebelumnya, Kapal KMP Lome dijadwalkan akan melakukan perjalanan perdana dari Tanjungpinang menuju Karimun pada 13 Agustus 2011, namun terpaksa ditunda, karena mengalami kendala teknis.

Selain belum diserahterimakan Kementerian Perhubungan kepada PT ASDP, penundaan jadwal pelayaran kapal roro itu pada saat itu juga disebabkan PT ASDP kekurangan anak buah kapal.

PT ASDP membutuhkan tiga orang tenaga kerja yang akan ditempatkan di kamar mesin Kapal KMP Lomei. Saat ini, kata dia, tenaga teknis yang dibutuhkan telah disiapkan PT ASDP.

"Sekarang kami sudah memiliki tenaga teknis yang sudah disiagakan di Batam," katanya.

Kapal yang diberi nama KM Lome ini dibuat di Sumatra Selatan, menggunakan anggaran APBN, yang dikerjakan mulai 2008 hingga 2011. Kapal KMP Lome, kata dia, dapat mengangkut 214 orang penumpang, 12 kendaraan jenis truk, 7 kendaraan jenis sedan dan 22 roda dua.

"KMP Lome tiba di Pelabuhan Dompak pada Senin (1/8-2011). Perjalanan dari Tanjungpinang menuju Karimun diperkirakan menelan waktu selama 7 jam," katanya.


(ANT-NP/S006/Btm1)
http://kepri.antaranews.com/berita/18185/jadwal-kapal-roro-tanjungpinang-karimun-belum-dipastikan

Senin, 22 Agustus 2011

Kadishub Hanya Berkoar di Media (Roro Pinang Karimun Ditunda II )

Gagalnya Penyeberangan Roro Tanjungpinang-Tanjungbalai Karimun
Kadishub Hanya Berkoar di Media

12 Agustus 2011 - 09.48 WIB
Tanjungpinang--Janji Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Drs Muramis yang menyebutkan Roro KM Lone yang siap beroperasi pada Sabtu (13/8) mendatang ternyata hanya isapan jempol belaka.

Anggota DPRD Kepri Daerah Pemilihan Karimun M Yusuf Siradj mengaku kecewa dengan janji Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Drs Muramis yang sering berkoar-koar di media massa yang menyatakan, bahwa Roro KM Lone rute Tanjunpinang-Tanjungbalai Karimun pp siap beroperasi, Sabtu (13/8) mendatang ternyata tidak terbukti.

Sebagaimana diberitakan di sejumlah media massa selama ini, Kepala Dinas Perhubungan Kepri Muramis menjamin bahw Roro KM Lone akan beroperasi mulai Sabtu besok, namun kenyataannya, menurut informasi yang beredar Roro tersebut belum memiliki ABK dan belum ada serah terima dengan ASDP dari kontraktor.

Yusuf Siradj mengetahui batalnya Roro KM Lone menyeberangi Tanjungpinang-Tanjungbalai Karimun dari sejumlah warga Tanjungpinang asal Tanjungbalai Karimun yang berencana menggunakan penyeberangan tersebut untuk mudik sekaligus membawa kendaraan mereka.

Politisi asal Partai Golkar tersebut meminta agar Kadishub Muramis untuk dapat menahan diri mengumbar janji di media. Gara-gara terjadinya pembatalan, banyak warga Karimun kecewa, padahal Kadishub jauh-jauh hari sudah mengatakan di media bahwa Roro KM Lone dipastikan akan mulai beroperasi pada Sabtu (13/8) namun ternyata gagal. ***
http://www.kabarkepri.com/berita.php?act=full&id=501

Kamis, 18 Agustus 2011

Menyatukan Kepri Dengan Transportasi Laut

Kepulauan Riau yang baru berumur tujuh tahun, sudah dipercaya oleh pemerintah pusat menjadi lumbung ekonomi nasional. Ditandai dengan ditetapkan Batam, Bintan dan Karimun (BBK) sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ). Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada Gubernur Kepri agar pertumbuhan ekonomi di Kepri harus tumbuh 10 persen pada tahun ini.
Banyak keunggulan yang dimiliki Kepri dibandingkan dengan daerah lain. Tetapi untuk mengembangkannya menjadi sebuah keunggulan nyata masih terkendala transportasi laut. Wisata pantai yang menawan, budidaya ikan, peternakan, pertanian hingga kelautan, semuanya memungkinkan ada di Kepri. Dengan sarana transportasi yang masih minim seperti ini saja Kepri mampu menyumbang kunjungan wisatawan terbesar ketiga setelah Bali dan Lombok.
Kepri ke depan akan berkembang dengan baik walaupun hanya memiliki empat persen daratan dan 96 lautan. Resep yang harus laksanakan yakni mengembangkan transportasi laut. Dengan lancarnya transportasi, tidak ada lagi pulau berpendudukan di Kepri tidak tersentuh transportasi laut. Tidak ada lagi keluhan warga, terutama untuk memasarkan hasil tangkapan ikan dan hasil pertanian termasuk peternakan ke daerah lain. Sungguh menyedihkan jika untuk menjual hasil tangkapan harus menunggu datangnya kapal yang tak setiap hari ada.
Sejak dilantik oleh Mendagri Gamawan Fauzi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, 19 Agustus 2010, HM Sani dan Soerya sudah memiliki gambaran tentang masa depan Kepri dengan menyatukan pulau-pulau yang selama ini terisolir. Keduanya berjanji akan membuka jakar antar pulau yang selama ini putus. Caranya tidak jalan lain adalah meningkatkan transportasi mulai dari transportasi laut, udara dan darat.
Untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya, selama ini pemerintah memiliki program yakni membuka trayek baru transportasi laut dengan pangkalan di Tanjungpinang, kemudian berlayar ke Senayang dengan jarak 78 mil, kemudian Sei Enam dengan jarak 10 mil kemudian ke Dabo Singkep yang jaraknya 41 mil, melanjutkan perjalanan ke Pulau Berhala yang akan menempuh jarak 24 mil dan berakhir ke Muara Sabak (Jambi) yang berjarak 44 mil.
Kemudian kapal perintis ini akan kembali dari Muara Sabak, Jambi melalui Pulau Berhala, Dabo Singkep, Sei Enam, Senayang dan berakhir di Tanjungpinang. Ada juga kapal perintis berpangkalan di Ranai yang akan melewati rute Pulau Laut sejauh 60 mil, Sedanau dengan jarak 80 mil, Midai berjarak 55 mil, Tarempa berjarak 115 mil, Letung 45 mil, lalu ke Tanjungpinang menempuh perjalanan 175 mil. Dari Tanjungpinang akan meneruskan perjalanan ke Tambelan menempuh jarak 230 mil, ke Sintete yang berjarak 100 mil, Serasan 105 mil, Subi 50 mil dan kembali lagi ke Ranai.
Sarana transportasi laut yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ialah KMP Kuala Batee yang menghubungkan Telaga Punggur di Batam dan Tanjunguban di Pulau Bintan. Lalu KMP Sri Gemilang dioperasikan tujuan Telaga Punggur – Tanjunguban, KMP Senagin tujuan Karimun – Mengkap, KMP Lome tujuan Tanjungpinang – Karimun, KMP Sembilang Dabo – Kuala Tungkal (Jambi), kemudian diusulkan Kuala Tungkal – Tanjunguban, Tanjungpinang – Dabo Singkep.
Pemerintah juga memiliki rencana lintas penyeberangan antar kabupaten dan kota di Kepri seperti lintas penyeberangan Telaga Punggur di Batam – Tanjunguban di Bintan, Penyeberangan Tanjungpinang – Karimun, Tanjungpinang – Dabo Singkep, Tanjunguban – Matak – Anambas. Juga dikembangkan lintas penyeberangan antar provinsi seperti lintas penyeberangan Karimun – Mengkapan di Riau, Dabo Singkep – Kuala Tungkal di Jambi, Selat Lampa – Sintete di Kalimantan Barat dan Tambelan di Bintan – Sintete.
Belum lama ini, Pemerintah Kepri juga telah meneken MoU dengan Johor dan Malaka untuk menjalin kerja sama rute pelayaran kapal roll on roll off (roro). Memorandum of Understanding (Mou)-nya sudah dilakukan 18 – 20 Juli kemarin, dalam pertemuan persidangan ke-10 Sosek Malindo Negeri Johor.
Jika sudah berjalan sesuai rencana, roro akan memiliki pangkalan di Dumai, lalu berlayar menuju Tanjung Beruas di negara bagian Malaka, Tanjungbalai Karimun, kembali ke Tanjung Beruas dan berakhir ke Selat Baru negara bagian Johor.
Perjuangan Pemprov Kepri di Bawah Sani – Seorya tampak dari keseriusan membuka pulau-pulau terisolir. Setelah berkali-kali bertemu dengan Menteri Perhubungan RI agar pemerintah pusat memberikan bantuan kapal perintis untuk membuka isolir tersebut, akhirnya permintaan bantuan diberikan oleh pemerintah pusat.
Baru dua pekan lalu KM Lome, sebuah kapal roro pesanan Kepri selesai dibuat di Palembang. Kapal ini melayani warga Tanjungpinang – Karimun. Kemudian di akhir tahun ini satu kapal lagi akan datang dari pemerintah pusat untuk melayani warga Kepri. Kapal ini berpangkalan di Ranai menuju pulau Laut jaraknya 60 mil, kemudian ke Sedanau jaraknya 80 mil, kemudian Midai 55 mil ke Tarempa 115 mil, Letung 45 mil ke Tanjungpinang 175 mil. Kemudian dari Tanjungpinang terus ke Tambelan 230 mil, ke Sintete jaraknya 100 mil, Serasan 105 mil, Subi 50 mil dan kembali Ranai.
“Kalau tidak ada arang melintang, dua kapal bantuan dari pemerintah pusat akan dioperasikan di Kepri untuk membuka pulau-pulau selama ini terisolir,” kata Muhammad Sani, Gubernur Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.
Sani mengakui, Kepri memiliki ribuan pulau, ada yang disebut pulau terdepan karena berbatasan langsung dengan beberapa negara. Ada juga yang terpencil tanpa penduduk tapi berpotensi menjadi pulau yang bisa dikembangkan. Setelah melakukan kunjungan kerja di seluruh kecamatan di Kepri termasuk pulau terdepan, warga yang ada di pulau-pulau mengeluhkan masih minimnya transportasi yang ada di daerahnya. Termasuk masyarakat yang tinggal di Subi, Serasan, Midai dan Pekajang. Warga Pekajang misalnya, sudah bertahun-tahun mengharapkan ada kapal perintis yang bisa singgah di daerahnya.
Tekad menyatukan Kepri tak hanya melalui transportasi laut. Pemerintah Kepri juga akan membuka akses transportasi udara sehingga setiap kabupaten atau kota yang ada di Kepri bisa dilayani pesawat. Hingga saat ini hanya Kabupaten Karimun yang belum memiliki bandara.
Dua bandara bertaraf Internasional sudah ada di Kepri, pertama Bandara Hang Nadim di Batam. Bandara ini memiliki landasan terpanjang di ASEAN. Bandara ini sudah berulangkali dijadikan embarkasi keberangkatan jamaah calon haji. Satunya Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang. Bandara-bandara yang lebih kecil ada di Ranai Kabupaten Natuna, Matak di Anambas, Dabo Singkep di Lingga dan rencananya Busung di Bintan.
“Kami akan menyatuhkan kabupaten dan kota melalui udara dan laut. Ini sudah sebagian terwujud hanya saja Karimun belum ada lantasa bandara dan akan kami buka,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Muramis.***

Selasa, 16 Agustus 2011

Peta Mudik Edisi 2011

Alhamdulillah peta mudik Sumatra Jawa Bali 2011 sudah dapat didownload.

Didalamnya terdapat juga peta mudik daerah Kepri di Pulau Batam dan Pulau Bintan.. silakeun di Unduh..


Peta Mudik 2011 - Sumatra - Kepri - Babel

Peta Mudik 2011 - Jawa - Bali


Dishub Karimun Tambah Jadwal Kapal Roro Sinangin

Dishub Karimun Tambah Jadwal Kapal Roro

Karimun (ANTARA News) - Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menambah jadwal keberangkatan kapal roro KMP Senangin yang melayani rute Tanjung Balai Karimun tujuan Mengkapan, Buton, Riau pada puncak arus mudik maupun balik Idul Fitri 1432 Hijriah.

''Jadwal keberangkatan kapal roro akan ditambah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik maupun balik,'' kata Kepala Bagian Humas Sekretariat Kabupaten Karimun Muhammad Yosli, di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Yosli mengatakan penambahan jadwal keberangkatan roro sesuai dengan surat edaran  Dinas Perhubungan Karimun No 550/Dishub/392/2011.

KMP Senangin, satu-satunya kapal roro tujuan Buton akan menambah jadwal keberangkatan mulai 22 Agustus 2011 atau pada H-8 Lebaran.

Jika pada hari biasa, kapal tersebut berangkat setiap Senin dan Jumat dalam sepekan, maka pada puncak arus mudik ditambah pada Rabu (24/8), Jumat (26/8) dan Minggu (28/8).

Penambahan juga berlaku saat arus balik, yaitu pada Senin (5/9), Rabu (7/9) dan Jumat (9/9).

''Dengan penambahan tersebut, maka jadwal keberangkatan KMP Senangin dari Buton ke Karimun praktis bertambah,'' ucap Yosli.

Dia menjelaskan, penambahan jadwal keberangkatan dari Buton yaitu pada Selasa (23/8), Kamis (25/8) dan Sabtu (27/8) dan Kamis (1/9).

Sedangkan pada arus balik, penambahan jadwal keberangkat ditetapkan pada Sabtu (3/9), Selasa (6/9), Kamis (8/9) dan Sabtu (10/9).

''Setelah itu, jadwal keberangkatan KMP Senangin kembali ke jadwal reguler,'' ucapnya.

Dia mengharapkan penambahan jadwal tersebut dapat menampung lonjakan penumpang kapal di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun.

''Pengalaman tahun lalu, lonjakan tertinggi terjadi pada jurusan Buton. Kami berharap pemudik memanfaatkan KMP Senangin untuk mudik,'' katanya.

(ANT-RD/Btm1)
COPYRIGHT © 2011