Rabu, 10 September 2014

Avanza Travel 2014

Assalamualaikum

Finally....
Setelah merantau dari Jakarta ke Pulau Batam di September 2005, akhirnya Avanza G 2004 ini akan dibawa kembali ke Jakarta pada September 2014 ini. InsyaAllah...

Ikuti kisah petualangannya setelah kami selamat sampai rumah Jakarta yaaa...

Salam,





Minggu, 18 Maret 2012

Putus, Rute Tanjungpinang-Karimun

Putus, Rute Tanjungpinang-Karimun
 
17 Maret 2012 - 09.27 WIB > Dibaca 47 kali Print
TANJUNGPINANG (RP) - Kapal roll on roll off (roro) KMP Lome yang mulai dioperasikan oleh ASDP Tanjungpinang sejak 13 Agustus 2011, kini sedang dalam perawatan tahunan atau yang sering disebut naik dok. Perawatan tahunan ini wajib dilaksanakan sekali setahun.

Hal ini disampaikan Kepala ASDP Kota Tanjungpinang dan Batam, Dadang Wijarnako, Jumat (17/3). Menurutnya, KMP Lome belum ada satu tahun berlayar cuma sudah lama dibuat dan baru dioperasikan.

“Awal April ini KMP Lome sudah selesai perawatan. Dan, sudah siap dioperasikan kembali. Untuk sementara rute Tanjungpinang-Karimun ditutup karena tidak ada kapal pengantinya,” kata Dadang.

Menurutnya, tak lama lagi satu per satu antar kabupaten dan kota yang ada di Kepri akan terhubung mengunakan kapal roro. Seperti Tanjungpinang - Dabo. “Warga Tanjungpinang dan Dobo Singkep tak lama lagi sudah bisa bawa mobil. Baik dari Pinang maupun dari Dabo,” ujarnya.

Ditambahkannya, kapal KMP Sembilang sudah ada, dan tim dari Kementerian Perhubungan RI, sudah turun untuk melakukan verifikasi KMP Sembilang. Setelah selesai verifikasi baru dilanjutkan dengan penempatan kru.

“Kita maunya bulan ini sudah dioperasikan. Kita sedang menunggu keputusan dari pusat,” tegasnya.

Sedangkan pulau-pulau yang sudah terhubungan dengan roro, yakni Batam-Tanjunguban (Bintan), saat ini dilayari dua kapal, setiap hari empat kali keberangkatan dari Batam maupun dari Tanjunguban. Kemudian dari Batam-Karimun, Tanjungpinang-Karimun. Tak lama lagi Tanjungpinang-Dabo Singkep dan Dabo Singkep-Jambi.

‘’Ekonomi Kepri terus berkembang. Adanya kapal Roro yang menghubungkan antara kabupaten/kota kita harapkan perekonomian masing-masing daerah di Kepri terus meningkat,” tegasnya.(eca

Rabu, 07 Maret 2012

ASDP Buka Rute Batam-Karimun

Pelayaran Perdana 7 Maret 2012
ASDP Buka Rute Batam-Karimun

7 Maret 2012 - 08.35 WIB
Batam--PT ASDP (Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan) Batam, mulai hari ini, Rabu (7/3) mengoperasikan kapal Roro (roll on roll of) rute Tanjungbalai Karimun-Batam sekali seminggu. Keberangkatan perdana, KM Senangin dimulai dari Tanjungbalai Karimun-Telaga Punggur pukul 08.30 WIB Rabu (7/3).

Pulau-pulau di Provinsi Kepulauan Riau segera dapat dihubungkan dengan Roro (roll on roll of), sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat untuk bepergian sekaligus membawa kendaraan roda empat. Selama ini, memang angkutan ferry dari dan ke Batam memang relatif lancar namun khusus angkutan penumpang.

Kini dan terhitung mulai Rabu (7/3) PT ASDP (Angkutan Sungai, dan Penyeberangan) Batam mengoperasikan kapal Roro KM Senangin untuk melayani rute Telaga Punggur (Batam) ke Tanjungbalai Karimun (Karimun) seminggu sekali.

Menurut Pemimpin Cabang PT ASDP Batam Dadag Witanarko di depan Komisi II DPRD Kepri, Selasa (6/3) untuk sementara waktu, KM Senangin dioperasikan seminggu sekali. Dari Telaga Punggur, Batam setiap hari Jumat pukul 08.30 dan dari Tanjungbalai Karimun ke Telaga Punggur setiap hari Rabu pukul 08.30 WIB.

Dadag menyebutkan, lama perjalanan Telaga Punggur-Tanjungbalai Kaimun diperkirakan akan memakan waktu antara enam hingga tujuh jam. KM Senangin mampu mengngkut 214 penumpang, tujuh mobil pribadi dan belasan truk.

Khusus penumpang anak dikenakan ongkos Rp 25 ribu per orang sedangkan penumpang dewasa Rp 40 Ribu per orang. Sementara untuk mobil tarifnya bervariasi yakni golongan I Rp 62.000, golongan II Rp 105.000, golongan III Rp 210.000, golongan IV penumpang Rp 735.000.

Selanjutnya, golongan IV barang Rp 600.000, golongan V penumpang Rp 1.420.000, golongan V barang Rp 1.160.000, golongan VI penumpang Rp 2.400.000, golongan VI barang Rp 1.900.000, golongan VII Rp 2.410.000 dan golongan VIII Rp 3.600.000.

Kehadiran sejumlah Anggota Komisi II DPRD Kepri yang membidangi Keuangan dan Perekonomian tersebut dalam rangka menyikapi kasus ditahannya belasan truk yang akan menyeberang ke Tanjung Uban dari Telaga Punggur. Bagi calon penumpang dapat menghubungi ke Nomor telepon 0778 479171.

Adapun Anggota Komisi II DPRD Kepri yang ikut serta dalam kunjungan tersebut diantaranya Rudi Chua SE (Sekretaris Komisi, Fraksi PNB-PIB, Dapil Tanjungpinang), Drs H Sofyan Samsir (Fraksi Golkar, Dapil Natuna-Anambas), H Saidul Khudri (Fraksi PPP Plus, Dapil Batam), Joko Nugroho ST (Fraksi PD, Dapil Karimun), Dra Hj Dewi Andriani (Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Batam) dan H Yudi Carsana SE (Faksi PAN, Dapil Bintan-Lingga). ***

Selasa, 06 Maret 2012

ASDP Batam Buka Rute Batam-Tanjungbalai

ASDP Batam Buka Rute Batam-Tanjungbalai
Tribun Batam - Selasa, 6 Maret 2012 22:21 WIB


TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Mulai hari ini (7/3), palabuhan kapal roro Telaga Punggur akan melayani jalur baru untuk kapal roro ke Tanjung Balai, Karimun. Pembukaan rute itu, dimulai dengan pelayaran perdana dari Tanjung Balai menggunakan KMP Senangin. Menurut rencana, kapal ini akan bertolak pukul 08.30 WIB. Kahadiran rute ini juga bisa menghubungkan penyebrang yang hendak ke Riau dataran.

"Ya, mulai besok ada satu rute lagi yang akan dilayani kapal roro. Besok dari Tanjung Balai ke Telunggur dan setiap Rabu kapal berangkat dari Tanjung Balai. Untuk dari Batam, berangkat setiap Jumat pukul 08.30 WIB," kata Kepala Cabang ASDP Batam, Dadag Wijanarko, ketika ditemui Tribun Selasa (6/3).

Menurutnya, pembukaan rute itu berdasarkan implementasi lintasan dari Ditjen Hubungan Darat dan lintasan dari Gubernur Kepri. KMP Senangan ini mampu membawa mobil dan truk sedang sebanyak 19 unit. Sedangkan untuk motor, daya tampungnya mencapai puluhan unit.

Secara teknis, pelabuhan kapal roro di Telagapunggur telah siap beroperasi karena sebelumnya telah pelabuhan tersebut telah melayani rute Telagapunggur-Tanjunguban. Adapun lama perjalanan penyebrangan menggunakan kapal roro dari ASDP itu antara 6 sampai dengan 7 jam. Hal itu sangat bergantung dengan cuaca selama perjalanan.

"Sekarang kalau mau bawa mobil ke Riau daratan juga bisa. Dari sini ke Tanjungbalai, Karimun, terus nanti dari sana pindah kapal ke pelabuhan Mengkapan, Buton," terangnya. Namun, tambah dia, kendaran yang bisa menyebrang itu adalah kendaraan yang tidak mendapatkan fasilitas FTZ. Jika kendaran yang akan dibawa adalah bagian dari fasilitas FTZ, maka penumpang harus menyelesaikan administrasinya ke Kantor Bea Cukai melalui unit pos pelayanan yang di pelabuhan.

Dengan kehadiran penyebrangan ini masyarkat bisa memanfaatkan sarana terebut, khususnya yang ingin bepergian dengan kendaraan. Selain itu, Dadag berharap pembukaan jalur ini bisa membantu pertumbuhan perekonomian di antara dua daerah, Tanjung Balai dan Batam.



KMP. Senangin
Dari Tanjung Balai-Karimun setiap Rabu pukul 08.30
Dari Telaga Punggur Batam setiap Jumat pukul 08.30


Tarif penumpang
Dewasa Rp 40.000
Anak-anak Rp 25.000

Tarif Kendaraan
Gol I Rp 62.000
Gol II Rp 105.000
Gol III Rp 210.000
Gol IV (penumpang) Rp 735.000
Gol IV (barang) Rp 660.000
Gol V (penumpang) Rp 1.420.000
Gol V (barang) Rp 1.160.000
Gol VI (penumpang) 2.400.000
Gol VI (barang) Rp 1.900.000
Gol VII Rp 2.410.000
Gol VIII Rp 3.600.000

Senin, 27 Februari 2012

Kapal Roro Tanjungpinang-Karimun Semakin Sepi

Kapal Roro Tanjungpinang-Karimun Semakin Sepi
KARIMUN - Jumlah penumpang dan barang yang naik kapal Roro rute Tanjungpinang-Karimun belakangan ini semakin sepi akibat kurang terjangkaunya tarif yang diberlakukan. Agar penumpang tidak sepi menurut Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun harus dibuka jurusan baru (interkoneksi) ke beberapa pelabuhan di Karimun.

"Memang penumpang kapal Roro dari Tanjungpinang ke Karimun sepi. Penyebabnya adalah tarif yang dikenakan untuk kapal angkut tersebut sangat mahal, dengan jumlah sebesar Rp800 ribu yang ditetapkan oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP)," ujar Kepala BUP Karimun Firdaus, Jumat (24/2).

Kendati demikian, Firdaus menilai tarif yang ditetapkan oleh PT.ASDP adalah wajar dengan alsan bahwa, jika pelabuhan Merak-Bakauheni dengan jarak tempuh dua jam dikenakan tarif Rp200.000 untuk bawa mobil. Maka sudah selayaknya rute Tanjungpinang-Karimun dipatok tarif Rp800.000 untuk angkut kendaraan yang ditempuh dengan lama perjalanan sekitar delapan jam.

Jumlah rata-rata penumpang yang menggunakan jasa pelayaran kapal Roro rute Tanjungpinang-Karimun, ia tidak bisa menyebutkan. "Saya tidak tahu pasti berapa jumlahnya, datanya ada di kantor," jelasnya lagi.

Untuk mengantisipasi agar penumpang tidak sepi, Firdaus terus melakukan perbaikan dan berencana menambah rute kapal Roro untuk diinterkoneksikan ke beberapa jurusan. Seperti saat ini telah berjalan yakni Karimun-Button dan Karimun Tanjungpinang.

"Saat ini kita masih mempersiapkan Roro rute Karimun-Tanjungbatu. Dan ke depannya masih akan terus kita upayakan ke beberapa daerah, seperti rute Karimun-Batam, Karimun-Meranti dan beberapa daerah lainnya," jelas Firdaus.

Dengan koneksi ke berbagai daerah tersebut kata Firdaus, tentu banyak kepentingan masyarakat yang akan berpergian tidak hanya ke Karimun, sehingga akan memanfaatkan kapal Roro.

Dari upaya koneksi ke beberapa jurusan tersebut, diharapkan tarif kapal Roro bisa dikurangi. "Dengan koneksi ke beberapa rute, tentunya tidak menutup kemungkinan harganya bisa ditinjau ulang agar lebih murah," harapnya.(gani)

Senin, 21 November 2011

Uban-Kuala Tungkal Segera Diuji Coba

Uban-Kuala Tungkal Segera Diuji Coba

Diposting oleh admin pada 7 November, 2011 0 Comment
KMP Siginjai, kapal roro yang akan melayani penyeberangan dari Tanjunguban, Bintan, ke Kuala Tungkal, Jambi, sudah tiba. Kapal itu sudah sepekan ini berada di perairan Tanjunguban.

Kepala Cabang PT ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) Batam, Dadag, mengatakan, kapal KMP Siginjai belum bisa beroperasi karena masih menunggu pengurusan surat dan penempatan ABK. Selepas itu, kata Dadag, pihaknya akan melakukan uji coba kapal yang akan melayani rute Tanjunguban ke Kuala Tungkal dan sebaliknya. ‘’Kita belum tahu kapan (beroperasi, red) karena masih menunggu. Berapa jauhnya juga belum kita tahu karena belum dilakukan uji coba,’’ terang Dadag.

Diterangkan Dadag, PT ASDP membuka rute ini untuk menghubungkan antara pulau Sumatera dengan daratan Kepulauan Riau, khususnya pulau Bintan.

Dengan dibukanya rute penyeberangan ini, diharapkan ada pembangunan bagi dua daerah dan perkembangan ekonomi yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Tampak kemarin, kapal KMP Siginjai itu sudah labuh jangkar di perairan Tanjunguban.

Sementara ini, KMP Kuala Bate yang biasa melayani penyeberangan Tanjunguban ke Telagapunggur, Batam, masih dalam dock dan digantikan oleh kapal roro lainnya, KMP Barau.(noc)

http://tanjungpinangpos.co.id/2011/11/uban-kuala-tungkal-segera-diuji-coba/

Selasa, 25 Oktober 2011

Gema Takbir Melepas KM Lome

Gema Takbir Melepas KM Lome

Diposting oleh admin pada 22 Oktober, 2011 0 Comment

BERLAYAR PERDANA: Nakhoda Syahmidar (baju putih) saat akan berlayar perdana bersama KMP Lome, Jumat (21/10) dari Pelabuhan Dompak Tanjungpinang dengan tujuan Karimun.
Pelayaran Perdana Mengangkut Dua Mobil dan Empat Motor
Kapal Roll on Roll off (Roro) KMP Lome akhirnya resmi beroperasi Jumat (21/10) pagi. Keberangkatan kapal Roro yang melayani rute Tanjungpinang-Karimun ini, disaksikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Muramis, Kepala ASDP Batam serta tokoh masyarakat Dompak dan seluruh tamu undangan di pelabuhan Roro Dompak, Tanjungpinang.
Pelepasan diawali dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim dan disusul teriakan takbir oleh semua pejabat dan tamu undangan yang hadir.
”Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar dan selamat berlayar,’’ teriak Muramis.
Pelepasan Roro ini langsung dilakukan Muramis tepat pukul 09.00 WIB dan disaksikan Kepala ASDP Kota Batam yang juga ASDP Pinang Dadang Wijarnako, beserta Manajer Senior PT ASDP Pusat Mochmammad Taslim dan Kepala Perhubungan Kota Tanjungpinang, Hamalis.
Sedangkan suara sirine kapal dibunyikan oleh nakhoda KMP Lome, Syahmidar. Sebelumnya Syahmidar adalah nakhoda KMP Kuala Bate 11 yang melayari Batam-Tanjunguban.
Pada pelayaran perdana kemarin, KMP Lome membawa dua kendaran roda empat yakni BP 1463 TE dan B 328 HLM.
Pantauan koran ini, KMP Lome di bagian bodinya tertulis ‘’Merah Putih Pasti Bisa’’.
Kemudian juga di bagian samping kapal tertulis We Bridge The Nation yang artinya Bangga Menyatukan Nusantara. Hal ini jelas sama dengan misi dan visi Gubernur Kepri untuk merangkai pulau di Kepri dengan lancarnya jalur transportasi laut.
KMP Lome ini dibuat di Sumatera Selatan menggunakan anggaran APBN. Kapal ini dikerjakan mulai 2008 hingga 2011 dengan kapasitas 214 orang penumpang, 12 kendaraan jenis truk, 7 kendaraan jenis sedan dan 22 roda dua.
“Alhamdulillah soft opening pelepasan KMP Lome sudah selesai. Untuk hari perdana hanya membawa dua kendaraan jenis mobil pribadi dan empat motor ,” ujar Muramis kepada wartawan usai pelepasan, kemarin.
Kata dia, dengan dioperasikan KMP Lome, diharapkan perekonomian di Tanjungpinang dan Karimun terus berkembang. Para SKPD Kepri yang memiliki proyek pembangunan di Karimun, sudah bisa memanfaatkan KMP Lome untuk mengangkut bahan-bahan material proyek. KMP Lome dari Tanjungpinang akan berlayar setiap hari Senin dan Jumat pukul 09.00 WIB. Sedangkan dari Karimun-Tanjungpinang setiap hari Selasa-Kamis.
Setelah KMP Lome, tak lama lagi Pemerintah Provinsi Kepri akan meresmikan KMP Sembilang yang menghubungkan Lingga-Kuala Tungkal Jambi. Kemudian di tahun 2012 KMP Sikenjai akan di operasikan melayani rute Batam-Kuala Tungkal Jambi.
“Bagi orang Karimun yang bekerja di pulau Bintan umumnya dan Tanjungpinang sudah bisa bawa mobil pulang kampung. Senin pagi sudah bisa tiba di Tanjungpinang kembali dan langsung bisa kerja,” ujarnya.
Dampak positif lainnya adalah untuk para pedagang yang bisa memanfaatkan KMP Lome sebagai alat transportasi untuk berdagang antar pulau. Perekonomian antar kedua daerah juga bisa cepat menggeliat. Terutama di Pulau Dompak sebagai pusat Pemerintah Provinsi Kepri.
Ke depan pulau Dompak akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang. Selain pelabuhan Roro ada di Dompak, Pemerintah Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang terus menggesa pembangunan pelabuhan Tanjung Moco. Desain plan Pelabuhan Tanjung Moco akan digunakan sebagai pelabuhan barang.
Saat ini pembangunan Tanjung Moco terus digesa menggunakan dana ABPN. Sedangkan dana pembebasan lahan dilakukan Pemko Tanjungpinang dari dana ABPD.
Tiga Roro untuk Kepri
Sementara itu, Senior Manajer PT ASDP Pusat, Mochammad Taslim mengakui tahun 2011 PT ASDP menyerahkan sembilan kapal Roro. Tiga diantaranya untuk Provinsi Kepulauan Riau. Tiga kapal roro yang sudah diberi nama yakni KMP Sembilang yang melayani Lingga-Kuala Tungkal Jambi, KMP Lome Tanjungpinang-Karimun dan KMP Sikenjai Batam-Kuala Tunggkal Jambi.
“Kita harapkan bukan hanya PT ASDP yang membuka kapal Roro antar pulau, kita juga harapkan pihak swasta yang membuka agar benar-benar daerah di Kepri menyatu dengan transportasi laut terutama kapal Roro,” ujarnya.
Dijelaskannya, KMP Lome masih disubsidi oleh pemerintah pusat yakni Kementerian Perhubungan. ASDP masih belum bisa merincikan berapa biaya operasional yang dibutuhkan oleh KMP Lome. Pasalnya, biaya operasional baru bisa dihitung kalau KMP Lome sudah sampai di Tanjung Balai Karimun.
“Berapa liter BBM yang di pakai dalam jarak tempuh 97 mil dari Tanjungpinang-Karimun. Baru bisa dilihat setelah KMP Lome sudah berlabuh di Karimun,” tegasnya.
Sedangkan Nahkoda KMP Lome Syahmidar mengaku baru pertama kalinya melayari laut Tanjungpinang-Karimun. “Baru pertama melayari laut Tanjungpinang-Karimun. Kita butuh alur yang baik supaya dalam perjalan berjalan dengan lancar,” kata dia singkat sebelum berlayar.
Belum Punya Nama
Kepala Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Kota Tanjungpinang Kota Tanjungpinang Hamalis mengatakan pelabuhan kapal Roro di Pulau Dompak masih belum punya nama. Untuk sementara namanya hanya pelabuhan Roro Dompak.
“Kita akan ajak masyarakat pulau Dompak untuk mencarikan nama untuk pelabuhan terutama nama-nama tentang sejarah pulau Dompak,” kata Hamalis kepada Tanjungpinang Pos.
Kata dia, pemberian nama pelabuhan Roro Dompak harus bermakna dan diserahkan kepada masyarakat Dompak. Pemerintah belum memutuskan karena belum ada nama satupun untuk menjadi pilihan. Pemerintah tidak mau memberikan asal-asalan nama pelabuhan tersebut karena nama itu nantinya akan diamanahkan dalam serahterima pelabuhan dari Provinsi Kepri ke Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk mengelola pelabuhan Roro.
“Saya dulu memberikan nama terminal Bus Bintan Centre. Tapi masyarakat setempat langsung merubahnya menjadi terminal Sei Carang Bintan Centre. Karena terminal sekarang merupakan ulu dari Sungai Sei Carang yang memiliki sejarah saat kerajaan dulu,” tegasnya.
Terkait beroperasinya KMP Lome, Hamalis pun mengharapkan agar masyarakat yang ingin ke Karimun sudah bisa membawa kendaraan. Bukan hanya kendaraan siapa tahu para pemenang kontraktor yang ada di Tanjungpinang dapat proyek di Karimun sudah bisa memanfaatkan KMP Lome untuk sebagai angkutan untuk barang-barang material proyek.
“Ini awal geliat ekonomi di Dompak dan Tanjungpinang,” sebutnya.(ABAS)