Sabtu, 03 Oktober 2009

Volume Pelabuhan Roro Penumpang Turun Naik

Volume Pelabuhan Roro Penumpang Turun Naik


Sabtu, 03 Oktober 2009

KARIMUN- Sejak diresmikan pengoperasian Pelabuhan Roll On Roll Off (Roro) Parit Rempak di Kabupaten Karimun oleh Bupati Karimun Nurdin Basirun Kamis (17/9) lalu, sampai kini, aktivitas keberangkatan kapal di pelabuhan tersebut turun naik.

Kapal KM Senangin yang yang melayani trayek Parit Rempak, Karimun-Mengkapan, Tanjung Buton tersebut sudah empat trip bolak balik berlayar.

Hal itu diakui Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Cendra Nawazir. Ia mengatakan sejak beroperasi, presentasi volume penumpang yang menggunakan pelabuhan Roro mengalami grafik turun naik. Namun pihaknya tidak mengetahui angka pasti berapa kenaikan penumpang usai peresmian pelabuhan tersebut.

"Secara rinci, saya tidak bisa mengetahui angka pastinya. Lebik baik tanya pihak Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) karena mereka pihak yang lebih mengetahui secara pasti bagaimana volume dan kenaikan penumpang di Pelabuhan Roro," ujar Cendra, ketika ditemui di kediaman dinas Bupati Karimun usai melepas keberangkatan Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama rombongan ke Padang, Jumat (2/10).

Direktur Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) Firdaus ketika dikonfirmasi terkait kenaikan penumpang sejak dioperasikan pelabuhan Roro mengatakan, volume penumpang yang datang maupun meninggalkan Karimun melalui Pelabuhan Roro turun naik. Hal itu menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal.

Ia menjelaskan, saat kini kapal Roro (KM Senangin) berangkat dari Pelabuhan Parit Rempak berangkat 2 kali seminggu, yakni pada Kamis dan Sabtu sekitar pukul 19.00 WIB. Sementara dari Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton berangkat Jumat, dan Minggu pada jam yang sama.

Kapal KM Senangin memiliki kapasitas 215 penumpang 22 mobil, 7 truk dan 100 sepeda motor. Dengan tarif untuk orang dewasa Rp53.250, anak-anak Rp32.250, sepeda motor Rp100 ribu, mobil Rp918 ribu dan truk Rp1,2 juta.

"Sejak beroperasi, banyak penumpang yang memanfaatkan Pelabuhan Roro untuk mudik lebaran. Kemudian terjadi penurunan, lalu naik lagi. Kamis (1/10) lalu, penumpang yang memakai jasa kapal Roro berjumlah 62 orang, 6 motor dan 3 mobil," terang Firdaus.

Namun, Firdaus tidak bisa memastikan apakah penumpang yang berangkat meninggalkan Karimun itu merupakan warga Sumbar yang hendak pulang kampung menemui saudaranya yang terkena gempa.

"Soal itu, saya tidak bisa menjawabnya, karena tidak menanyakan tujuan mereka," timpal Firdaus. (sm/30)

http://sijorimandiri.net/fz/index.php?option=com_content&task=view&id=13570&Itemid=40

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar