Rabu, 14 Juli 2010

Organda: Tarif Angkut Roro Parit Rampak Karimun Mahal

Organda: Tarif Angkut Roro Parit Rampak Mahal


Rabu, 14 Juli 2010 13:43 WIB
Ekonomi & FTZ
Dibaca 27 kali

Oleh: RusdiantoKarimun (ANTARA News) - Organisasi Angkutan Darat atau Organda Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menilai tarif penyeberangan truk sembako di Pelabuhan Roro Parit Rampak yang baru dioperasikan, terlalu mahal.

"Pelabuhan Parit Rampak tidak akan efektif mengangkat perekonomian masyarakat jika tarif penyeberangan truk-truk sembako dari Buton, Riau, tidak direvisi," kata Ketua Organda Karimun Amirullah di Tanjung Balai Karimun.

Menurut Amirullah, tarif yang mencapai Rp2,1 juta sekali menyeberang mempengaruhi harga jual sembako dari pedagang ke konsumen.

"Sedikitnya distributor mengeluarkan dana Rp7 juta untuk setiap kali penyeberangan, baik dalam keadaan bermuatan maupun kosong," ucapnya.

Distributor terkuras untuk biaya angkut, kata Amirullah.

"Seharusnya tarif penyeberangan jangan langsung disamakan dengan daerah lain. Karena pelabuhan itu baru saja beroperasi," tuturnya.

Dia berharap ada kebijakan khusus dari penyedia jasa dalam menetapkan tarif sehingga keberadaan pelabuhan itu bermanfaat bagi masyarakat.

"Tujuan awalnya untuk mempermudah pendistribusian sembako. Namun, kenyataannya tujuan itu belum karena banyak distributor enggan menggunakan jasa itu," katanya.

Distributor, kata dia, banyak yang kembali menggunakan kapal laut atau pesawat terbang tujuan Batam dalam mendistribusikan barang kebutuhan pokok warga.

Ia juga menilai koordinasi antardinas dan instansi rendah dalam mengoptimalkan pelabuhan itu bagi perekonomian masyarakat.

"Setiap satuan kerja terkesan jalan sendiri-sendiri," katanya.

Ia mencontohkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) maupun pertanian seharusnya saling bersinergi dengan Dinas Perhubungan agar pelabuhan itu dapat dioptimalkan untuk memasarkan produk dan komoditas di daerah itu.

"Disperindag dan pertanian harus membuat terobosan agar setiap truk yang kembali ke Pekanbaru tidak berangkat dalam keadaan kosong sehingga dapat meringannkan biaya distribusi," katanya.

Ia juga mengatakan, pelabuhan tersebut memang berada dalam kewenangan Dinas Perhubungan serta instansi teknis terkait lainnya.


"Namun, untuk pemberdayaannya tentu turut melibatkan semua SKPD, sehingga efektif mengangkat perekonomian masyarakat," tambahnya.

COPYRIGHT © 2010

http://kepri.antaranews.com/berita/13219/organda-tarif-angkut-roro-parit-rampak-mahal

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar