Selasa, 15 Februari 2011

Kapal Penyeberangan Karimun-Tanjungpinang Beroperasi Akhir 2011

Kapal Penyeberangan Karimun-Tanjungpinang Beroperasi Akhir 2011
Sabtu, 12 Februari 2011 23:47 WIB

KARIMUN--MICOM: Kapal penyeberangan atau roro dari Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, menuju Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepualauan Riau, ditargetkan beroperasi akhir 2011.

"Kapal penyeberangan atau roro yang melayani rute Tanjung Balai Karimun-Tanjungpinang adalah program pusat. Saat ini trayek tersebut masih dibahas dan diperkirakan beroperasi akhir tahun ini," kata Kepala Dinas Perhubunga Karimun Cendra Nawazir di Tanjung Balai Karimun, Sabtu (12/2).

Pengadaan kapal roro untuk jurusan tersebut dianggarkan pusat melalui APBD provinsi. Tujuannya untuk mempermudah akses transportasi terutama dalam mendistribusian kebutuhan bahan pokok.

"Kami tidak ingat berapa anggarannya. Namun yang jelas kapal roro tersebut dianggarkan melalui APBN,'' ucapnya.

Keberadaan kapal roro yang menghubungkan Karimun dengan ibu kota provinsi sangat penting dan merupakan program prioritas sejalan dengan program pengembangan sektor maritim, khususnya bidang kepelabuhanan. Selama ini, arus barang dari Tanjungpinang mengandalkan kapal kargo yang terbatas.

"Ke depan, warga Karimun bisa membawa kendaraannya ke Tanjungpinang, begitu juga sebaliknya. Dampaknya sanga positif bagi pengembangan perekonomian masyarakat," katanya.

Pengoperasian kapal roro menuju Tanjungpinang nantinya akan disejalankan dengan pengoperasian pelabuhan roro Selat Beliah, Kundur Barat. Saat ini, pihaknya baru memiliki satu kapal roro yang melayani rute Tanjung Balai Karimun-Tanjungbuton Riau yang berlayar sekali dalam sepekan melalui pelabuhan Parit Rampak, Kecamatan Meral.

"Jika pelabuhan roro Selat Beliah beroperasi, maka kapal jurusan Buton terlebih dahulu singgah di sana. Sehingga perekonomian masyarakat Pulau Kundur akan berkembang dengan akses transportasi laut yang memadai," ucapnya. (Ant/OL-5)

Dikutip dari


Jumat, 31 Desember 2010

Tahun 2011, Kapal Roro Karimun Arungi Batam dan Tanjungpinang

KARIMUN - Awal tahun 2011 merupakan tahun keberuntungan bagi masyarakat di Kabupaten Karimun. Pasalnya di tahun 2011 nanti kapal roro yang sekarang dalam tahap finishing itu, akan mengarungi laut rute Karimun-Batam dan Karimun-Tanjungpinang. Sehingga peningkatan dibidang ekonomi diharapkan akan lebih bergelora di tahun yang akan datang ini nantinya.

Pernyataan itu disampaikan anggota komisi III DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Yusuf Sirait disela-sela kunjungan reses, Kamis (30/12/2010) di Tanjung Balai Karimun.

Menurutnya, percepatan pembangunan harus diselaraskan dengan tersedianya sarana transportasi laut antar pulau. Sehinggga pengadaan kapal roro untuk penghubung antar pulau tadi, harus digesa keberadaannya.

"Kalau kapalnya sudah hampir siap. Hanya saja  pelabuhan roro yang di Dompak itu yang belum selesai," katanya kepada Media Batamtimes.

Masih menurut anggota komisi yang membidangi perhubungan dan Pekerjaan Umum itu, jalan penghubung sepanjang 1,7 kilometer yang menghubungkan lokasi pelabuhan penyeberangan atau roro Selat Beliah, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun juga akan dibangun dengan menggunakan dana APBD Provinsi Kepulauan Riau pada 2011 nanti.

Adapun dana yang dialokasikan untuk pembanguan jalan tersebut sebesar Rp 3 milliar lebih, yang dipergunankan untuk mengaspal jalan penghubung Pelabuhan Selat Beliah dengan jalan utama Kecamatan Kundur Barat. Sedangkan percepatan pengaspalan jalan itu digesa karena pemerintah daerah telah lama membebaskan lahan tersebut. Sehingga legislatif dapil Karimun itu menilai pelabuhan itu sebagai sarana infrastruktur vital untuk memacu perekonomian Kundur Barat.

"Belum diaspalnya jalan penghubung mengakibatkan pelabuhan tersebut tidak dapat dilewati kendaraan roda empat," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Karimun, Cendra Nawazir mengakui belum adanya akses jalan mengakibatkan pelabuhan yang dibangun dengan dana APBN, APBD provinsi dan kabupaten itu terkesan terbengkalai.
   
"Kami khawatir pelabuhan tersebut rusak sebelum digunakan jika pengaspalan tidak segera direalisasikan. Masalah ini sebenarnya sudah kami sampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum. Harapan kami, pelabuhan tersebut sudah beroperasi akhir 2011," terangnya. (Udin) 

http://www.batamtimes.com/karimun/2361-tahun-2011-kapal-roro-karimun-arungi-batam-dan-tanjungpinang.html



    

Kamis, 16 September 2010

Lebaran Adventure 2010, ASDP RoRo Trip from Tg Balai Karimun to Buton Mengkapan (Bag 2)

Setelah hampir 12 jam perjalanan dari Tg Balai Karimun (Berangkat jam 08.00 Malam), pada pukul 07.30 pagi kita telah sampai di Pelabuhan Buton yang saat itu dipenuhi kabut.

Suasana Pelabuhan Buton Mengkapan Siak
Pemandangan mentari pagi dari KMP Sinangin
Pagi yang berkabut, pelabuhannya gak keliatan
Ramp Pelabuhan Buton
Pelabuhan Buton Mengkapan, Siak Riau
Pelabuhan Buton Mengkapan Siak Riau
Pelabuhan Buton Mengkapan, Siak Riau
Suasana Penumpang Turun di  Tg Buton

Bnayak info yg didapat dari Mas Joko yg kerja di ASDP (Baju Loreng Kanan)

KMP Sinangin di Tanjung Buton


Mobil-mobil turun dari Kapal KMP Sinangin



Turun dari Kapal RoRo Karimun - Buton


Selamat Datang di Pelabuhan Tanjung Buton Mengkapan, Siak Riau


Tarif Kapal Roro ASDP lintas Tg. Balai Karimun - Tg. Buton Mengkapan


Mobil travel yang membawa kita dari Buton Ke Pekanbaru

Bila ada yang mau memesan angkutan dari Buton ke pekan Baru, Silakan Hubungi Bang Syam di 0812 7634205... promosi nih.. :-)


Suasana orang-orang yang akan naik mobil "travel" Menuju Pekan Baru

Jalan Menuju Pekanbaru dari Buton

Memasuki Kota Pekan Baru (Kurleb 4 Jam Perjalanan dari Buton)

Lebaran Adventure 2010, ASDP RoRo Trip from Tg Balai Karimun to Buton Mengkapan

Tanpa bikin rencana sebelumnya, dihari pertama Hari Raya Idul Fitri 1431H saya memutuskan untuk jalan-jalan ke Tanjung Balai Karimun dan lompat lagi ke Tanjung Buton Riau dengan menaiki Kapal RoRo perintis perhubungan darat antara Kepri dan Sumatera.

Rute ferry penumpang Pulau Batam ke Tg. Balai Karimun

Di sore hari saya dan Darrell berangkat dari rumah menuju pelabuhan Sekupang Batam, disana kita menaiki kapal ferry MV Miko Natalia 89 menuju pulau Tanjung Balai Karimun, tarif tiket Rp. 70.000 one way per orang. Kapal Ini berangkat 4 s/d 5 kali pp antara Karimun dan Batam setiap hari.


Kapal MV Miko Natalia 89, from Sekupang Batam to Tanjung Balai Karimun

Darrell sesampainya di Pulau Karimun

Sesampainya dipelabuhan Karimun, kita mejeng sebentar di pelabuhan untuk ambil poto. Dari pelabuhan kami ingin melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan RoRo Parit Rempak. Berbekal informasi dari Mas Joko dari ASDP Kepri, untuk mencapai pelabuhan Parit Rempak dari pelabuhan Tg. Balai, cari angkot berwarna biru dan turun di depan Kantor Pos Meral (Ongkos Rp. 5000 berdua). Lalu dari sini dilanjutkan lagi perjalanan ke Pelabuhan RoRo Parit Rempak dengan menumpang ojek (Ongkos Rp. 10.000).

Kira-kira 25 kendaraan antre mo naik Kapal RoRo Karimun to Mengkapan Buton

Sesampainya di Pelabuhan Parit Rempak Meral, suasana arus mudik lebaran 1431H masih sangat terasa, kami menjumpai puluhan kendaraan roda empat dan roda dua yang sedang mengantri untuk masuk ke Kapal RoRo KMP Sinangin. Kendaraan2 tersebut disesaki oleh barang2 dan para penumpangnya. Kapal ini akan berangkat menuju Pulau Sumatera tepatnya ke pelabuhan RoRo Tanjung Buton - Mengkapan Kabupaten Siak Riau.

Inilah moment yang saya tunggu-tunggu untuk mencoba naik Kapal RoRo ASDP KMP Sinangin yang mulai beroperasi sejak September 2009 untuk menghubungkan Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau daratan layaknya sebuah jembatan bagi kendaraan roda empat/dua yang menaikinya. Yang dapat saya lihat, Pelabuhan RoRo & Kargo Karimun mempunyai areal yang cukup luas, namun pemanfaatannya memang belum cukup maksimal. Dari info yang saya dapat, satu-satunya kapal penumpang yang berlayar dari sini adalah Kapal RoRo KMP Sinangin, yang biasanya berangkat di Hari Senin dan Jumat namun di musim arus mudik lebaran 1431H ini nyaris berangkat tiap hari dari H-7 sampai H+7.

Dek Kendaraan di Kapal Roro KMP Sinangin
Tempat Duduk Kelas Ekonomi KMP Sinangin

Tempat duduk kelas VIP di KMP Sinangin

Darrell Makan Mie
Saran kami kalo mo naik kapal ini harus siap2 bawa nasi dari rumah, karena di dalam kapal yang menempuh perjalanan kira-kira 10-12 jam gak ada yang jualan nasi, yang ada hanyalah Pop Mie.... dah tau khan bahayanya jika kebanyakan makan mie instan?


Tiket Dewasa

Tiket Anak

Car deck dipenuhi kendaraan di KMP Sinangin

Ada penumpang yg tidur di dekat car deck KMP Sinangin

Rute Kapal RoRo KMP Sinangin dari Tg Balai Karimun Kepri - Tg. Buton Mengkapan Siak Riau

Sepanjang pelayaran menuju Buton, jaringan hp Telkomsel hampir selalu ada :-), tapi tidak untuk Indosat Matrix yang selalu tidak dapet sinyal :-( . Setelah beberapa jam duduk dikursi VIP KMP Sinangin yang berpendingin udara sambil menikmati pemutaran DVD film-film Indonesia keluaran terbaru yang tersedia dikapal, akhirnya kita terlelap tidur... zzzz...zzz...zz... (bersambung ke part 2)

Sabtu, 04 September 2010

Pengguna Jasa Penyeberangan Karimun-Buton Meningkat

Pengguna Jasa Penyeberangan Karimun-Buton Meningkat
Sabtu, 04 September 2010 21:52 WIB
Oleh: Rusdianto

Karimun (ANTARA News) - Pengguna jasa penyeberangan dari Pelabuhan Parit
Rampak, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau
menuju Mengkapan, Buton, Riau, mulai meningkat seiring melonjaknya arus
mudik Lebaran 1431 Hijriah.

"Jumlah angkutan kapal motor penyeberangan (KMP) Senangin Jumat (3/9)
malam merupakan yang terbanyak sejak penyeberangan Karimun-Buton
dibuka,'' kata Manajer Cabang PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan
(ASDP) Karimun dirizal ketika dihubungi di Tanjung Balai Karimun, Sabtu 4
September 2010.

Asdirizal menjelaskan, jumlah penumpang yang diangkut saat itu tercatat
sebanyak 350 orang, jauh lebih banyak dibandingkan biasa yang tidak sampai 100 orang. Sedangkan jumlah kendaraan roda empat yang menyeberang sebanyak 25 unit ditambah satu kendaraan roda enam. ''Sedangkan sepeda motor sebanyak 50 unit,'' ucapnya.Warga memanfaatkan jasa penyeberangan karena ingin berlibur dengan kendaraan pribadi di daratan Sumatra.

''Pelabuhan penyeberangan menuju Buton merupakan terobosan baru dalam
melayani penumpang yang berlibur di luar daerah dengan kendaraan pribadi,'
' tuturnya. Dia memperkirakan jumlah angkutan KMP Senangin akan terus meningkat seiring semakin dekatnya Lebaran. ''Kami menambah dua jadwal diluar jadwal reguler untuk meningkatkan
pelayanan bagi pemudik,'' ucapnya.

Dengan penambahan itu, menurut dia akan ada lima kali keberangkatan baik
saat arus mudik maupun balik, yaitu pada 6,8, 10, 14 dan 16 September. Terkait tarif penyeberangan, jelas dia masih merujuk pada tarif yang diberlakukan sejak 1 Juli 2010. ''Tarif tersebut merupakan tarif resmi yang berlaku secara nasional yang ditetapkan menteri,'' katanya.

Sebelumnya, jumlah angkutan orang KMP Senangin tidak sampai seratus
orang sementara kapasitas kapal mencapai 300 orang. Anggapan tarif yang diberlakukan terlalu mahal turut menjadi penyebab sepinya pengguna jasa penyeberangan di pelabuhan Parit Rampak Kelurahan

Sei Raya. (ANT-028/Btm1)

COPYRIGHT © 2010

http://kepri.antaranews.com/berita/13929/pengguna-jasa-penyeberangan-karimun-buton-meningkat

Jumat, 06 Agustus 2010

Jadwal Roro Karimun Buton Ditambah

Dipublikasikan: amalia batamcyberzone.com
Published: 6 Agustus, 2010 10:13

(BCZ) – Dinas Perhubungan (Dishub) Karimun mengusulkan penambahan jadwal kapal roll off roll on (Roro) KM Senangin yang melayani rute Tanjungbalai Karimun-Buton, Riau. Usulan penambahan trayek sebagai langkah antisipasi lonjakan arus mudik saat lebaran nanti.

”Kita mengusulkan penambahan rute sebanyak dua kali saat lebaran, yakni tanggal 6-13 September. Penambahan ini tidak mengganggu jadwal yang telah ada. Suratnya sudah kita kirimkan ke Menteri Perhubungan,” kata Kadishub Karimun Cendra Nawazier, Kamis (5/8) kemarin.

Usulan ini, kata Cendra, tak terlepas banyaknya warga Karimun yang mudik lebaran membawa kendaraan ke kampung seperti ke Riau, Sumbar maupun daerah lainnya. ”Makanya jauh-jauh hari kita sudah mengantisipasi,” tambahnya.

Meski pun trayek tambahan, Cendra menegaskan, harga tiket tak akan mengalami kenaikan. ”Kita menggunakan sistem silang. Nanti rute yang sepi pada bulan lain, akan kita kurangi sebanyak dua kali. Sehingga jatah berlayar kapal roro tetap sama sesuai dengan subsidi yang diberikan pemerintah pusat,” tambahnya.

Disinggung mengenai keluhan masyarakat tentang naiknya tarif kapal roro, Cendra akan menampung keluhan tersebut. Dia akan menyurati Menteri Perhubungan Freddy Numberi, karena tarif tersebut yang mengeluarkan adalah Menteri Perhubungan.

”Namun apakah permintaan kita diterima atau tidak, itu keputusan mereka (Menteri Perhubungan, red),” katanya seraya menyebutkan, tarif lama yang diberlakukan sebelumnya merupakan tarif yang ditetapkan oleh ASDP. ***

http://batamcyberzone.com/2010/08/jadwal-roro-ditambah/