Jumat, 04 September 2009

Rute Kapal Roro ASDP yang Strategis antara Sumatera - Kepulauan Riau

Rute Kapal ASDP Tanjung Uban Bintan - Tg. Balai Karimun yang sangat dinantikan


Pasca pengoperasian kapal roro rute Tg. Balai Karimun, Kep. Riau - Tg. Buton Mengkapan, Siak, Riau daratan, yang InsyaAlloh terealisasi dibulan September 2009 ini, kapal roro penghubung antara Pulau Tg. Balai Karimun dengan Pulau Batam dan Pulau Bintan sangatlah ditunggu kehadirannya.

Kenapa rute ini sangat ditunggu-tunggu???
Seperti yang sudah kita ketahui, motor penggerak ekonomi non migas di provinsi Kepri yang paling utama adalah Batam. Yang saya baca dari statistik penduduk provinsi Kepri, jumlah penduduk Batam adalah yang paling tinggi se-provinsi Kepri. Kebanyakan, penduduk Batam adalah para pendatang yang sebagian besar diantaranya berasal dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa serta pulau lainnya. Profesi mereka adalah para Pebisnis, Pengusaha, Profesional, Pegawai, Pekerja atau Buruh yang rata-rata tingkat perekonomian mereka minimal setingkat lebih baik daripada didaerah asal mereka, salah satu ciri perekonomian para pendatang yang lebih baik adalah banyak diantaranya sudah memiliki kendaraan pribadi seperti kendaraan roda 2 atau roda 4. Dan barangkali, saya gak tau pasti jumlahnya, jumlah kendaraan yg beredar diBatam adalah yang paling banyak se Kepri juga!!. Jadi jangan heran kalau sekarang ini diBatam sudah sering kita temui jalanan yang macett... sedangkan ruas jalan yang ada saat ini hanya itu-itu saja, percepatan pembangunan jalan kalah cepat dibandingkan pertumbuhan jumlah kendaraan, kayak Jakarta aja nih.

Dari sekian banyak pendatang di Batam yang sudah mempunyai kendaraan, ada beberapa diantaranya yang perlu menggunakan kendaraan pribadi mereka untuk mobilitas seperti bepergian ke kampung halamannya di Sumatera atau di Jawa, baik itu untuk keperluan bisnis, rutinitas sehari-hari, sekedar jalan-jalan, atau yang paling seru ketika tiba masa arus mudik lebaran. Nah, salah satu moda transportasi penghubung darat antar pulau adalah dengan dibukanya jalur Kapal Roro oleh ASDP Indonesia Ferry sebagai penghubung transportasi darat perintis antar pulau.

Ada wacana untuk membuka pelayaran kapal roro dari Tg. Pinang ke Karimun, koq kenapa ya ada rencana membuka rute roro dari Tg. Uban (diasosiasikan Tg. Pinang) Pulau Bintan, lalu dilanjutkan ke Karimun dan bukannya dari Batam langsung Karimun??

Padahal secara geografis kedekatan pulau lebih dekat Batam ke Karimun dari pada Bintan ke Karimun. Sejauh ini, inilah informasi yg saya dapat. Dugaan saya pertama, mungkin kalau dilihat dari sisi politik, di Pulau Bintan terdapat Ibukota Provinsi Kepri - Tanjung Pinang dan pastilah akan mendapat prioritas utama dalam masalah perhubungan. Kedua, pertimbangan untuk Batam, karena di Batam terdapat banyak mobil bekas asal luar negri bebas bea berplat nomor berakhiran "X" dan akhir-akhir ini sudah banyak mobil/motor baru yang dijual berseliweran di Batam yang tidak dikenakan PPN dan PPnBM karena status FTZ (fasilitas ftz), mobil/motor yang berplat nomor lokal kepri berakhiran ""XX dan kendaraan baru fasilitas FTZ yang secara khusus tidak boleh keluar dari Pulau Batam dan secara umum tidak boleh keluar dari daerah FTZ Kepri. Jadi sebelum kedaraan itu keluar dari P. Batam, pertama2 di filter dulu baru bisa ke P. Bintan dan dari P. Bintan baru bisa dilanjutkan ke Karimun.

Dengan adanya Kapal Roro ASDP sebagai penghubung tranportasi darat antara Kepri wabil khusus Batam ke Pulau Sumatera maka pertumbuhan ekonomi pada daerah-daerah yang dilewatinya akan turut berkembang seiring dengan lancarnya arus distribusi dan ekonomi. Dan rute Bintan dan Karimun adalah urat nadi utama pergerakan masyarakat Batam/Bintan untuk ke Pulau Sumatera melalui Pulau Karimun dan begitupula sebaliknya.
Sekarang kita hanya bisa menunggu lagi kapan rute ini bisa terealisasi?
Route plan Kapal RORO ASDP Tg. Balai Karimun - Tanjung Buton Mengkapan Siak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar