Minggu, 16 Oktober 2011

Kapal RoRo Tanjung Uban - Kuala Tungkal Jambi Desember 2011

Oleh: Haluan Kepri
Sindikasi - Senin, 3 Oktober 2011 | 04:40 WIB
INILAH.COM, Tanjunguban – PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) akan membuka rute pelayanan baru dari pelabuhan roll on roll off (roro) Tanjunguban menuju Kuala Tungkal, Jambi dan sebaliknya. Diperkirakan Desember tahun ini, rute baru tersebut akan dimulai.

"Insya Allah, kalau tidak ada halangan, Desember nanti ASDP akan membuka rute baru dari Tanjunguban ke Tungkal," ungkap Zakirsyah, staf PT ASDP Tanjunguban, Sabtu (1/10).

Menurut Zakir, kapal roro yang akan melayari rute baru tersebut sudah dipersiapkan. Armadanya baru dan jauh lebih besar dibandingkan dengan KMP Kuala Batee, yang saat ini melayari rute Tanjunguban-Telaga Punggur, Batam.

Armada baru tersebut, kata Zakir, hasil produksi PT PAL Surabaya. Saat ini kapal tersebut sudah berada di Kuala Tungkal. Sedangkan jadwal pelayanan keberangkatan dan kedatangan kapal, menurut Zakir diperkirakan 2 kali dalam satu minggu.

Selain itu, lanjutnya, ke depan manajemen PT ASDP juga sudah merencanakan untuk membuka pelayanan baru dari Tanjunguban menuju Pulau Tujuh, yang saat ini masuk wilayah pemerintahan Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas.

Disinggung keberadaan pelabuhan roro di Dompak, Tanjungpinang yang akan melayani rute Tanjungpinang-Karimun-Pekanbaru, menurut Zakir langkah tersebut merupakan strategi bisnis perusahaannya untuk mengantisipasi sepinya konsumen yang menggunakan pelayanan mereka dari Karimun ke Pekanbaru.

"Jadi kalau dibuka dari Tanjungpinang, maka warga Tanjungpinang yang banyak tinggal di Padang, Jambi, Pekanbaru, Medan bisa memanfaatkan keberadaan roro ini," terangnya.

Sedangkan ditanya kemungkinan pelayanan roro dari Tanjungpinang juga akan membuka rute Tanjungpinang-Telaga Punggur, Batam, Zakir buru-buru membantahnya. Pasalnya, kata dia, sebagai perusahaan yang diisi tenaga profesional, PT ASDP tentunya mempunyai perencanaan matang dalam menjalankan bisnisnya.

Sehingga diyakininya, manajemen ASDP tidak akan pernah mau membuka pelayanan yang sama dari satu pulau. "Gak mungkin ASDP buka pelayanan Tanjungpinang-Tanjunguban. Kalau pelabuhan ASDP di Tanjunguban mati yang rugi tentunya ASDP juga. Gak mungkin," katanya tegas.

Kembali kepada rencana pembukaan rute baru Tanjunguban-Kuala Tungkal, Jambi, menurut Zakir yang juga berasal dari Jambi ini mengaku sangat mendukung hal tersebut. Bahkan, sambungnya, bukan hanya perantau Jambi di Bintan saja yang mendukung rencana tersebut, tetapi seluruh masyarakat yang ada di Kepri.

Soalnya, ujar Zakir, dengan terbukanya hubungan laut antara Jambi-Kepri melalui Tanjunguban, maka hal itu akan berdampak pada sektor ekonomi. Salah satunya dengan masuknya bahan kebutuhan pokok dari Jambi ke Kepri.

"Sayur-sayuran, kopi dan banyak lagi sembako yang akan membanjiri Kepri ini," imbuhnya.

Diperkirakan dengan jarak tempuh 24 jam dari Tanjunguban ke Kuala Tungkal, maka pasokan bahan kebutuhan pokok yang murah dan terjangkau akan dapat dinikmati masyarakat di Kepri dan Pulau Bintan khususnya.

“Jarak tempuhnya (Uban-Jambi) sama seperti Karimun ke Pekanbaru," tutup Zakir. [mor]
        

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar