Sabtu, 15 Oktober 2011

KMP Lome Hubungkan Tanjungpinang-Karimun

KMP Lome Hubungkan Tanjungpinang-Karimun

Diposting oleh admin pada 4 Oktober, 2011 0 Comment
 
 
 

RORO: Sebuah boat pancung dengan melintas kencang di depan pelabuhan roro dan tempat kapal KMP Lome sedang sandar di sekitar Jembatan II Dompak, akhir pekan lalu. Kapal ini dijadwalkan segera beroperasi dalam waktu dua atau tiga hari ke depan. Pelayaran perdana antara Tanjungpinang-Karimun bisa dilaksanakan menyusul beresnya semua kendala yang sebelumnya menghalang rencana awal.
Lusa, Dijadwal Memulai Pelayaran Perdana
KEPALA PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Tanjungpinang, Dadang Wijanarko, menegaskan kesiapan ASDP untuk mengoperasikan KMP Lome yang melayari Tanjungpinang-Karimun.
Kapal tersebut sebelumnya dijadwalkan sudah beroperasi mulai 13 Agustus 2011. Rencana itu urung terlaksana karena kapal penyeberangan itu belum diserahterimakan dari Kemenhub ke ASDP Tanjungpinang.
Tak hanya terkendala serah terima kapal, rencana pelayaran perdana itu juga terkendala ketiadaan awak kapal dan izin berlayarnya.
Menurut Dadang, seluruh kendala tersebut kini sudah teratasi dan kapal penyeberangan tersebut sudah siap untuk beroperasi. Seluruh perizinan dan awak kapal yang berjumlah 18 orang sudah siap untuk berlayar.
Selanjutnya ASDP hanya tinggal menunggu sinyal dari Pemprov Kepri terkait seremoni pelayaran perdana kapal itu. Jika tidak ada rencana seremoni pelepasan, dalam waktu dua atau tiga hari ke depan kapal ini segera melaksanakan pelayaran uji coba.
“Syukurlah, Kementerian Perhubungan sudah menyerahkan KMP Lome ke PT ASDP Tanjungpinang untuk dioperasikan dalam waktu dekat ini. Kalau tidak ada seremonial dari Pemerintah Provinsi Kepri, dalam waktu dua atau tiga hari ini KMP Lome akan berlayar ke Karimun dalam pelayaran uji coba,” kata Dadang menjawab Tanjungpinang Pos, Senin (3/10) melalui ponselnya.
Dalam kesempatan itu disampaikannya juga, bahwa KMP Lome direncanakan akan berlayar tiga kali dalam seminggu. Jadwalnya masih belum bisa di pastikan, karena masih dalam tahap penyusunan. Penyusunan itu penting karena jadwal itu akan terkait dengan jadwal operasional kedatangan KMP Senangih yang melayani Karimun – Dumai.
“Kita sesuaikan jadwal KMP Senangih yang melayani rute Karimun-Dumai agar penumpang tidak lama-lama menginap di Karimun,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Muramis, mengaku belum mendapatkan laporan secara resmi kalau dalam waktu dekat ini akan dioperasikan oleh PT ASDP Tanjungpinang.
Menurutnya, Pemprov Kepri awalnya merencanakan KMP Lome sudah melayari rute Tanjungpinang – Karimum pada tanggal 13 Agustus lalu. Namun dengan alasan teknis oleh PT ASDP Tanjungpinang waktu itu, KMP Lome gagal dioperasikan. Salah satu sebabnya karena belum ada serah terima dari Kementerian Perhubungan ke ASPD Tanjungpinang.
“Kalau Pak Dadang sudah bilang dalam waktu dekat ini, kita segera undang mereka untuk berkoordinasi lagi. Sekaligus untuk menentukan tanggal berapa pastinya akan dioperasikan,” ujarnya.
Ditambahkan Muramis, sudah menjadi komitmen dari Pemprov Kepri dan didukung oleh pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Kepri untuk menyatuhkan seluruh pulau-pulau di Kepri.
Sebelumnya, Gubernur Sani menegaskan, penyediaan kapal-kapal roro merupakan komitmen pemerintah untuk mengembangkan setiap pulau yang ada di Kepulauan Riau. Ketika transportasi sudah lancar, perekonomian suatu daerah akan bergairah. Ia menyambut gembira selesainya KM Lome menjelang lebaran karena biasanya dibutuhkan masyarakat pada hari lebaran.
Roro bukan satu-satunya transportasi laut yang digagas Pemprov Kepri. Pemerintah juga segera menyediakan kapal cepat untuk melayari rute-rute terpencil. Di antaranya rute Subi, Serasan, Midai, Sedanau, Pulau Laut, Kelarik, Tanjungbatu, Moro, Durai, Dabo, Pekajang bahkan hingga ke Pulau Berhala.
Kapal ini dijadwalkan berangkat dari Tanjungpinang ke Karimun tiga kali seminggu. Kapasitasnya angkutnya untuk sekitar 214 orang penumpang, 12 unit kendaraan jenis truk, 7 unit kendaraan jenis sedan dan 22 unit roda dua.
Kapal ini memiliki panjang sekitar 45,50 meter dan lebar sekitar 12 meter. Kemudian, memiliki tempat duduk VIP dan kelas ekonomi dengan tiga lantai dan jumlah anak buah kapal (ABK) 18 orang. Tanjungpinang ke Karimun yang berjarak sekitar 73 mil akan ditempuh KM Lome dalam waktu antara sekitat 6 jam hingga 7 jam.
Kapal ini akan melengkapi kapal lain yang sudah lebih dulu beroperasi, yaitu KMP Kuala Batee dan KM Sri Gemilang dengan rute Telagga Punggur-Tanjunguban, KMP Senagi rute Karimun-Mengkapan, KMP Sembilang rute Dabo -Kuala Tungkal (Jambi), Kuala Tungkal-Tanjunguban dan Tanjungpinang-Dabo.(ABAS)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar