Selasa, 25 Oktober 2011

Gema Takbir Melepas KM Lome

Gema Takbir Melepas KM Lome

Diposting oleh admin pada 22 Oktober, 2011 0 Comment

BERLAYAR PERDANA: Nakhoda Syahmidar (baju putih) saat akan berlayar perdana bersama KMP Lome, Jumat (21/10) dari Pelabuhan Dompak Tanjungpinang dengan tujuan Karimun.
Pelayaran Perdana Mengangkut Dua Mobil dan Empat Motor
Kapal Roll on Roll off (Roro) KMP Lome akhirnya resmi beroperasi Jumat (21/10) pagi. Keberangkatan kapal Roro yang melayani rute Tanjungpinang-Karimun ini, disaksikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Muramis, Kepala ASDP Batam serta tokoh masyarakat Dompak dan seluruh tamu undangan di pelabuhan Roro Dompak, Tanjungpinang.
Pelepasan diawali dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim dan disusul teriakan takbir oleh semua pejabat dan tamu undangan yang hadir.
”Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar dan selamat berlayar,’’ teriak Muramis.
Pelepasan Roro ini langsung dilakukan Muramis tepat pukul 09.00 WIB dan disaksikan Kepala ASDP Kota Batam yang juga ASDP Pinang Dadang Wijarnako, beserta Manajer Senior PT ASDP Pusat Mochmammad Taslim dan Kepala Perhubungan Kota Tanjungpinang, Hamalis.
Sedangkan suara sirine kapal dibunyikan oleh nakhoda KMP Lome, Syahmidar. Sebelumnya Syahmidar adalah nakhoda KMP Kuala Bate 11 yang melayari Batam-Tanjunguban.
Pada pelayaran perdana kemarin, KMP Lome membawa dua kendaran roda empat yakni BP 1463 TE dan B 328 HLM.
Pantauan koran ini, KMP Lome di bagian bodinya tertulis ‘’Merah Putih Pasti Bisa’’.
Kemudian juga di bagian samping kapal tertulis We Bridge The Nation yang artinya Bangga Menyatukan Nusantara. Hal ini jelas sama dengan misi dan visi Gubernur Kepri untuk merangkai pulau di Kepri dengan lancarnya jalur transportasi laut.
KMP Lome ini dibuat di Sumatera Selatan menggunakan anggaran APBN. Kapal ini dikerjakan mulai 2008 hingga 2011 dengan kapasitas 214 orang penumpang, 12 kendaraan jenis truk, 7 kendaraan jenis sedan dan 22 roda dua.
“Alhamdulillah soft opening pelepasan KMP Lome sudah selesai. Untuk hari perdana hanya membawa dua kendaraan jenis mobil pribadi dan empat motor ,” ujar Muramis kepada wartawan usai pelepasan, kemarin.
Kata dia, dengan dioperasikan KMP Lome, diharapkan perekonomian di Tanjungpinang dan Karimun terus berkembang. Para SKPD Kepri yang memiliki proyek pembangunan di Karimun, sudah bisa memanfaatkan KMP Lome untuk mengangkut bahan-bahan material proyek. KMP Lome dari Tanjungpinang akan berlayar setiap hari Senin dan Jumat pukul 09.00 WIB. Sedangkan dari Karimun-Tanjungpinang setiap hari Selasa-Kamis.
Setelah KMP Lome, tak lama lagi Pemerintah Provinsi Kepri akan meresmikan KMP Sembilang yang menghubungkan Lingga-Kuala Tungkal Jambi. Kemudian di tahun 2012 KMP Sikenjai akan di operasikan melayani rute Batam-Kuala Tungkal Jambi.
“Bagi orang Karimun yang bekerja di pulau Bintan umumnya dan Tanjungpinang sudah bisa bawa mobil pulang kampung. Senin pagi sudah bisa tiba di Tanjungpinang kembali dan langsung bisa kerja,” ujarnya.
Dampak positif lainnya adalah untuk para pedagang yang bisa memanfaatkan KMP Lome sebagai alat transportasi untuk berdagang antar pulau. Perekonomian antar kedua daerah juga bisa cepat menggeliat. Terutama di Pulau Dompak sebagai pusat Pemerintah Provinsi Kepri.
Ke depan pulau Dompak akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang. Selain pelabuhan Roro ada di Dompak, Pemerintah Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang terus menggesa pembangunan pelabuhan Tanjung Moco. Desain plan Pelabuhan Tanjung Moco akan digunakan sebagai pelabuhan barang.
Saat ini pembangunan Tanjung Moco terus digesa menggunakan dana ABPN. Sedangkan dana pembebasan lahan dilakukan Pemko Tanjungpinang dari dana ABPD.
Tiga Roro untuk Kepri
Sementara itu, Senior Manajer PT ASDP Pusat, Mochammad Taslim mengakui tahun 2011 PT ASDP menyerahkan sembilan kapal Roro. Tiga diantaranya untuk Provinsi Kepulauan Riau. Tiga kapal roro yang sudah diberi nama yakni KMP Sembilang yang melayani Lingga-Kuala Tungkal Jambi, KMP Lome Tanjungpinang-Karimun dan KMP Sikenjai Batam-Kuala Tunggkal Jambi.
“Kita harapkan bukan hanya PT ASDP yang membuka kapal Roro antar pulau, kita juga harapkan pihak swasta yang membuka agar benar-benar daerah di Kepri menyatu dengan transportasi laut terutama kapal Roro,” ujarnya.
Dijelaskannya, KMP Lome masih disubsidi oleh pemerintah pusat yakni Kementerian Perhubungan. ASDP masih belum bisa merincikan berapa biaya operasional yang dibutuhkan oleh KMP Lome. Pasalnya, biaya operasional baru bisa dihitung kalau KMP Lome sudah sampai di Tanjung Balai Karimun.
“Berapa liter BBM yang di pakai dalam jarak tempuh 97 mil dari Tanjungpinang-Karimun. Baru bisa dilihat setelah KMP Lome sudah berlabuh di Karimun,” tegasnya.
Sedangkan Nahkoda KMP Lome Syahmidar mengaku baru pertama kalinya melayari laut Tanjungpinang-Karimun. “Baru pertama melayari laut Tanjungpinang-Karimun. Kita butuh alur yang baik supaya dalam perjalan berjalan dengan lancar,” kata dia singkat sebelum berlayar.
Belum Punya Nama
Kepala Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Kota Tanjungpinang Kota Tanjungpinang Hamalis mengatakan pelabuhan kapal Roro di Pulau Dompak masih belum punya nama. Untuk sementara namanya hanya pelabuhan Roro Dompak.
“Kita akan ajak masyarakat pulau Dompak untuk mencarikan nama untuk pelabuhan terutama nama-nama tentang sejarah pulau Dompak,” kata Hamalis kepada Tanjungpinang Pos.
Kata dia, pemberian nama pelabuhan Roro Dompak harus bermakna dan diserahkan kepada masyarakat Dompak. Pemerintah belum memutuskan karena belum ada nama satupun untuk menjadi pilihan. Pemerintah tidak mau memberikan asal-asalan nama pelabuhan tersebut karena nama itu nantinya akan diamanahkan dalam serahterima pelabuhan dari Provinsi Kepri ke Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk mengelola pelabuhan Roro.
“Saya dulu memberikan nama terminal Bus Bintan Centre. Tapi masyarakat setempat langsung merubahnya menjadi terminal Sei Carang Bintan Centre. Karena terminal sekarang merupakan ulu dari Sungai Sei Carang yang memiliki sejarah saat kerajaan dulu,” tegasnya.
Terkait beroperasinya KMP Lome, Hamalis pun mengharapkan agar masyarakat yang ingin ke Karimun sudah bisa membawa kendaraan. Bukan hanya kendaraan siapa tahu para pemenang kontraktor yang ada di Tanjungpinang dapat proyek di Karimun sudah bisa memanfaatkan KMP Lome untuk sebagai angkutan untuk barang-barang material proyek.
“Ini awal geliat ekonomi di Dompak dan Tanjungpinang,” sebutnya.(ABAS)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar