Rabu, 03 Agustus 2011

Pinang - Karimun Menyatu Tanggal 13 Agustus 2011

RAMAI: Kapal Roro yang melayani Telaga Punggur - Tanjunguban selalu ramai penumpang. Tanggal 13 Agustus mendatang, hal serupa juga bisa dinikmati warga Pinang dan Karimun karena kapal Roro baru pesanan Kepri sudah jadi untuk menyatukan dua pulau ini.
 
Berlayar Perdana 13 Agustus

Kabar gembira bagi masyarakat Pulau Bintan dan Karimun. Kapal roro pesanan Kepri senilai Rp24 miliar akhirnya selesai dan saat ini sudah berada di Pelabuhan Roro di Dompak. Kapal akan melayani warga dua pulau ini mulai 13 Agustus 2011.

Kapal yang diberi nama KM Lome ini dibuat di Sumatra Selatan, menggunakan biaya anggaran APBN multiyears mulai 2008 hingga 2011. Pengoperasian kapal akan dilakukan oleh pejabat dari Pemprov Kepri.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Muramis, menjelaskan KM Lome sudah tiba di Pelabuhan Roro Dompak, Senin (1/8). Kapal Roro ini akan mempermudah masyarakat Kepri, baik yang ada di Tanjungpinang dan Karimun untuk membawa hasil pertaniannya. Kehadiran kapal ini juga diyakini mampu membuat perputaran perekonomian kedua daerah tumbuh baik.

“Besok (hari ini) kita akan rapat dengan ASDP, Dinas Perhubungan Kota, Karimun, Adpel, membahas kapan dioperasikan, berapa harga tiket penumpang, berapa harga kendaraan bermotor dan kendaraan truk dan mobil sedang dari Tanjungpinang ke Karimun dan sebaliknya,” kata Muramis kepada wartawan, Selasa (2/8).

Kapal ini dijadwalkan berangkat dari Tanjungpinang ke Karimun tiga kali seminggu. Ia mampu mengangkut 214 penumpang, 12 kendaraan jenis truk, 7 kendaraan jenis sedan dan 22 roda dua. Panjang kapal 45,50 meter dan lebar 12 meter, memiliki tempat kursi baik VIP dan kelas ekonomi. Terdapat tiga lantai dan jumlah anak buah kapal (ABK) 18 orang.

Jarak Tanjungpinang ke Karimun sejauh 73 mil akan ditempuh KM Lome selama 6 hingga 7 jam. Dari Karimun ke Tanjungpinang, akan memakan waktu yang sama. Ditambahkan Muramis, keseriusan Pemerintah Provinsi Kepri dan didukung oleh pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Kepri untuk menyatuhkan seluruh pulau-pulau di Kepri akan terwujud sebelum masa jabatanya berakhir.
Kapal ini akan melengkapi kapal lain yang sudah lebih dulu beroperasi, yaitu KMP Kuala Batee dan KM Sri Gemilang dengan rute Telagga Punggur – Tanjunguban, KMP Senagi rute Karimun – Mengkapan, KMP Sembilang rute Dabo – Kuala Tungkal (Jambi), Kuala Tungkal – Tanjunguban dan Tanjungpinang – Dabo.
Sebelumnya, Gubernur Sani menegaskan, penyediaan kapal-kapal Roro merupakan komitmen pemerintah untuk mengembangkan setiap pulau yang ada di Kepulauan Riau. Ketika transportasi sudah lancar, perekonoian suatu daerah akan bergairah. Ia menyambut gembira selesainya KM Lome menjelang lebaran karena biasanya dibutuhkan masyarakat pada hari lebaran.

Roro bukan satu-satunya transportasi laut yang digagas Pemprov Kepri. Pemerintah juga segera menyediakan kapal cepat untuk melayari rute-rute terpencil. Diantaranya rute Subi, Serasan, Midai, Sedanau, Pulau Laut, Kelarik, Tanjungbatu, Moro, Durai, Dabo, Pekajang bahkan hingga ke Pulau Berhala.

(abas)

http://tanjungpinangpos.co.id/2011/08/pinang-karimun-menyatu/#comment-768

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar